Thursday, 10 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Dental Floss vs. Water Floss: Mana yang Lebih Unggul Menurut Dokter Gigi?

Oleh Destian September 10, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

Pertanyaan mengenai efektivitas antara dental floss tradisional dan water flosser seringkali muncul di kalangan masyarakat yang peduli kesehatan gigi. Keduanya bertujuan membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat gigi, namun cara kerjanya berbeda. Dokter gigi umumnya sepakat bahwa keduanya memiliki manfaat, namun pilihan terbaik bisa bergantung pada kondisi individu dan preferensi pengguna.

Dental floss, yang telah lama menjadi standar perawatan gigi rumahan, bekerja dengan cara mengikis plak dan sisa makanan yang menempel di antara gigi dan garis gusi. Alat ini berbentuk benang tipis yang dimasukkan secara hati-hati ke dalam setiap sela gigi, lalu digerakkan naik turun untuk membersihkan permukaan gigi.

Di sisi lain, water flosser atau irigator oral menggunakan semprotan air bertekanan untuk membersihkan sela-sela gigi dan area di bawah garis gusi. Alat ini dianggap lebih lembut dan dapat menjangkau area yang mungkin sulit diakses oleh benang gigi, terutama bagi mereka yang memiliki behel, implan, atau gigi berjejal.

Menurut seorang dokter gigi yang dikutip oleh CNN Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, Sp.KG., baik dental floss maupun water flosser dapat membantu menghilangkan plak. Namun, ia menekankan bahwa teknik penggunaan yang benar adalah kunci efektivitasnya. “Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang penting adalah bagaimana cara kita menggunakannya,” ujar drg. Mirah.

Dental floss efektif dalam mengikis plak secara mekanis. Namun, bagi sebagian orang, teknik penggunaan yang tepat bisa jadi sulit dikuasai, berisiko melukai gusi jika dilakukan terlalu kasar. Sebaliknya, water flosser menawarkan kemudahan penggunaan dan dapat memberikan sensasi bersih yang menyegarkan, serta efektif dalam membersihkan area yang sulit dijangkau.

Dalam konteks perawatan ortodontik, seperti penggunaan kawat gigi, water flosser seringkali direkomendasikan. Jurnal Journal of Clinical Periodontology pernah mempublikasikan studi yang menunjukkan bahwa irigator oral dapat lebih efektif dalam mengurangi peradangan gingiva dibandingkan dengan flossing tradisional pada pasien yang menggunakan alat ortodontik.

Meskipun demikian, beberapa ahli menyarankan bahwa kombinasi keduanya bisa memberikan hasil pembersihan yang optimal. Penggunaan dental floss untuk mengikis plak secara fisik, diikuti dengan water flosser untuk membilas sisa-sisa plak dan bakteri, dapat meningkatkan kebersihan mulut secara keseluruhan.

Keputusan akhir mengenai penggunaan dental floss atau water flosser sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter gigi. Mereka dapat mengevaluasi kondisi kesehatan gigi dan gusi pasien, serta memberikan rekomendasi alat pembersih sela gigi yang paling sesuai untuk kebutuhan spesifik masing-masing individu.

Rekomendasi dari para profesional kesehatan gigi menekankan pentingnya rutinitas pembersihan sela gigi harian, apapun alat yang dipilih. Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah jadwal pemeriksaan gigi rutin untuk memantau kesehatan mulut secara berkala.

Bagikan: Facebook X WhatsApp