Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dilaporkan tewas akibat penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Peristiwa tragis ini terjadi di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Senin (27/5/2024). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo angkat bicara, mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan program pertanian demi kesejahteraan masyarakat Papua.
Menurut keterangan yang dihimpun, ketiga korban adalah Piter K. (30), Amri (25), dan Yusril (24). Ketiganya sedang melakukan kegiatan penyuluhan dan pendataan di wilayah tersebut ketika serangan terjadi. Dugaan kuat pelaku penembakan adalah KKB pimpinan Lekagak Telenggen, yang kerap berulah di wilayah pegunungan Papua.
Kronologi kejadian berawal saat para korban sedang berada di Kampung Wosak, Distrik Beoga. Tiba-tiba, mereka diserang oleh sejumlah orang bersenjata. Penyerangan mendadak ini menyebabkan ketiga pegawai pertanian tersebut gugur di tempat. Pihak keamanan setempat segera merespons laporan dan melakukan evakuasi terhadap jenazah para korban.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan sebelumnya telah membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia menyatakan bahwa aparat gabungan TNI-Polri telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku dan mengamankan situasi di area tersebut. Namun, kondisi geografis yang sulit di pegunungan Papua menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penindakan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga pegawainya. Ia menekankan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi upaya pemerintah dalam memajukan sektor pertanian di Papua, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Ini adalah ujian bagi kita semua, namun kita tidak boleh mundur. Program pertanian harus terus berjalan,” tegas Syahrul dalam keterangan persnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti kompleksitas masalah keamanan di Papua, khususnya terkait aktivitas KKB yang terus menimbulkan korban jiwa dan menghambat pembangunan. KKB kerap kali menargetkan aparat keamanan, pekerja proyek, maupun masyarakat sipil yang dianggap sebagai bagian dari negara atau mendukung program pemerintah.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berjanji akan terus meningkatkan perhatian dan perlindungan bagi para petugas yang bertugas di daerah rawan. Selain itu, komitmen untuk melanjutkan program-program pertanian yang telah dicanangkan di Papua tetap menjadi prioritas, sebagai wujud nyata kehadiran negara untuk menyejahterakan masyarakat di wilayah tersebut.
Kejadian ini diperkirakan akan semakin memperketat pengamanan di wilayah-wilayah rawan konflik di Papua. Upaya penegakan hukum terhadap KKB dan pendekatan pembangunan secara bersamaan akan terus diintensifkan oleh pemerintah untuk menciptakan stabilitas dan kemajuan di tanah Papua.
