Thursday, 10 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Terobosan Medis: Ginjal Babi Berhasil Jalani Uji Coba pada Pasien Manusia, Bebaskan Pasien dari Cuci Darah Selama 9 Bulan

Oleh Destian September 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah pencapaian medis monumental dilaporkan terjadi di Amerika Serikat, di mana seorang pasien pria dilaporkan tidak memerlukan prosedur cuci darah (dialisis) selama sembilan bulan setelah menerima transplantasi ginjal dari hewan babi yang telah dimodifikasi secara genetik. Keberhasilan ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya mengatasi kelangkaan organ donor manusia dan membuka harapan baru bagi ribuan pasien gagal ginjal kronis.

Pasien yang menjadi subjek uji coba ini adalah Richard Storm, seorang pria berusia 57 tahun yang menderita gagal ginjal stadium akhir. Ia menjalani prosedur transplantasi ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik di Massachusetts General Hospital (MGH) pada September 2023. Berdasarkan laporan dari CNN Indonesia yang merujuk pada publikasi di jurnal medis, Storm berhasil menjalani hidup tanpa kebutuhan dialisis selama periode yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk jenis transplantasi xenotransplantasi (transplantasi antar spesies) ini.

Keberhasilan ini merupakan buah dari penelitian intensif yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Harvard Medical School dan MGH. Ginjal babi yang digunakan telah mengalami rekayasa genetik untuk menghilangkan gen yang berpotensi menyebabkan penolakan imun oleh tubuh manusia. Selain itu, beberapa gen manusia ditambahkan untuk lebih meningkatkan kompatibilitas dan mengurangi risiko penolakan.

Sebelum transplantasi ini, Storm harus menjalani dialisis empat kali seminggu, sebuah prosedur yang memakan waktu berjam-jam dan membatasi aktivitas sehari-harinya. Dengan adanya ginjal babi yang berfungsi baik, ia kini dapat menjalani kehidupan yang lebih normal dan bebas dari ketergantungan pada mesin dialisis.

Dr. Tatsuo Ishikawa, seorang ahli bedah transplantasi di MGH yang terlibat dalam prosedur ini, menyatakan bahwa pasien menunjukkan fungsi ginjal yang stabil pasca-operasi. Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Dr. David Sachs, seorang peneliti yang telah lama mempelajari xenotransplantasi, yang menyebutkan bahwa keberhasilan ini adalah demonstrasi penting dari potensi xenotransplantasi.

Kasus Richard Storm bukan yang pertama kali dalam uji coba transplantasi organ hewan ke manusia, namun durasi keberhasilan tanpa dialisis selama sembilan bulan ini dianggap sebagai tonggak penting. Sebelumnya, pada tahun 2022, tim bedah di University of Alabama at Birmingham juga melaporkan keberhasilan transplantasi ginjal babi ke seorang pasien yang dinyatakan mati batang otak, yang menunjukkan fungsi ginjal selama beberapa hari.

Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah memantau kondisi pasien dalam jangka panjang untuk mengevaluasi durabilitas fungsi ginjal babi dan mendeteksi potensi komplikasi jangka panjang. Para peneliti juga berencana untuk melakukan uji coba serupa pada lebih banyak pasien untuk mengumpulkan data yang lebih komprehensif.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan xenotransplantasi sebagai solusi nyata bagi krisis ketersediaan organ donor. Namun, tantangan etis, regulasi, dan persetujuan publik masih perlu diatasi sebelum terapi ini dapat diterapkan secara luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp