Ahli nutrisi Shreya Shah membagikan serangkaian kebiasaan ampuh yang dapat membantu menurunkan berat badan secara efektif, khususnya dalam mengatasi masalah perut buncit. Tips ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pola makan hingga pengelolaan stres, yang semuanya berperan penting dalam mencapai bentuk tubuh ideal.
Salah satu kunci utama yang disoroti Shah adalah pentingnya menjaga keseimbangan asupan nutrisi. Ia menekankan perlunya mengonsumsi makanan yang kaya serat dan protein, karena kedua komponen ini memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga secara alami mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat. Protein juga krusial dalam membangun massa otot, yang pada gilirannya meningkatkan metabolisme tubuh.
Lebih lanjut, Shah menyarankan untuk membatasi asupan gula tambahan dan karbohidrat olahan. “Gula tambahan adalah musuh utama dalam penurunan berat badan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa makanan dan minuman tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti oleh penurunan drastis yang memicu rasa lapar. Karbohidrat olahan seperti roti putih dan nasi putih juga memiliki indeks glikemik tinggi yang serupa efeknya.
Selain memperhatikan apa yang dikonsumsi, Shah juga menyoroti pentingnya hidrasi. “Minum air yang cukup sepanjang hari sangat vital,” tegasnya. Air tidak hanya membantu menjaga metabolisme tetap optimal, tetapi juga dapat membantu mengurangi rasa lapar. Terkadang, rasa haus sering disalahartikan sebagai rasa lapar.
Manajemen stres juga menjadi pilar penting dalam strategi penurunan berat badan. Shah mengungkapkan bahwa stres kronis dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang diketahui dapat meningkatkan penyimpanan lemak di area perut. Oleh karena itu, Shah merekomendasikan berbagai teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar meluangkan waktu untuk hobi yang menyenangkan.
Aktivitas fisik yang teratur, meskipun tidak harus intens, juga memiliki peran besar. Shah menyarankan kombinasi latihan kardiovaskular untuk membakar kalori dan latihan kekuatan untuk membangun otot. “Kombinasi ini akan memberikan hasil yang lebih optimal dalam jangka panjang,” imbuhnya. Bahkan jalan kaki cepat selama 30 menit setiap hari dapat memberikan perbedaan signifikan.
Terakhir, Shah mengingatkan pentingnya tidur yang berkualitas. Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan, seperti ghrelin dan leptin, yang berujung pada peningkatan rasa lapar dan keinginan untuk makan makanan tinggi kalori. Menargetkan 7-8 jam tidur nyenyak setiap malam adalah langkah krusial dalam mendukung upaya penurunan berat badan.
