Saturday, 22 August 2026
BREAKING
Teknologi

Jejak Asap Kalimantan Terdeteksi Satelit Eropa, El Nino Perparah Api

Oleh Achmad August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan kini menjadi sorotan internasional. Satelit Copernicus dari Uni Eropa telah mendeteksi peningkatan signifikan dalam emisi kebakaran serta kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Fenomena ini diperburuk oleh dampak El Nino yang saat ini tengah berlangsung dengan intensitas sangat kuat.

Data yang dihimpun oleh Copernicus, sebuah program pemantauan Bumi milik Uni Eropa, menunjukkan lonjakan emisi karbon dioksida (CO2) yang berasal dari titik-titik api di Kalimantan. Peningkatan ini berkorelasi langsung dengan meluasnya area yang terbakar. Selain itu, pantauan satelit juga mengkonfirmasi adanya lapisan kabut asap tebal yang tersebar luas, mengindikasikan dampak buruk terhadap kualitas udara dan lingkungan.

Menurut Dr. Aris Prasetyo, seorang peneliti lingkungan dari Indonesian Institute for Forest and Environment (Rifka), El Nino memang menjadi faktor krusial yang mempercepat dan memperluas terjadinya Karhutla. “Musim kemarau yang lebih panjang dan kering akibat El Nino membuat vegetasi menjadi sangat mudah terbakar. Ini menciptakan kondisi ideal bagi api untuk menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan,” jelas Dr. Aris dalam sebuah diskusi publik pada 12 September 2023.

Copernicus mencatat bahwa emisi dari kebakaran di Kalimantan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Meskipun angka pasti belum dirilis secara terperinci, tren peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan dan pembuat kebijakan. Kabut asap yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi menyebar lintas batas negara, menimbulkan masalah regional.

Peningkatan emisi ini juga menjadi perhatian dalam forum internasional, mengingat kontribusinya terhadap perubahan iklim global. Pembakaran lahan, terutama lahan gambut, melepaskan sejumlah besar karbon yang tersimpan selama bertahun-tahun ke atmosfer. Hal ini memperkuat efek gas rumah kaca dan memperburuk pemanasan global.

Pemerintah Indonesia sendiri telah berupaya keras untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya Karhutla. Operasi pemadaman darat dan udara terus dilakukan di berbagai titik rawan. Namun, skala kebakaran yang luas dan kondisi cuaca kering yang diperpanjang oleh El Nino menjadi tantangan berat bagi upaya penanganan.

Situasi ini menuntut perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun komunitas internasional, untuk mencari solusi jangka panjang dalam mengatasi Karhutla dan dampaknya yang multidimensional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp