Saturday, 22 August 2026
BREAKING
Kesehatan

66.679 Warga Kalteng Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Oleh Destian August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebanyak 66.679 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan terjadi di Kalimantan Tengah. Angka ini merupakan dampak langsung dari kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat lonjakan kasus ISPA ini sebagai salah satu konsekuensi serius dari bencana asap. Ribuan warga terpaksa harus berobat karena terganggu kesehatannya akibat menghirup udara tercemar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (19/10/2023) merinci data yang dihimpun. Ia menyatakan bahwa sejak awal tahun 2023 hingga 18 Oktober 2023, tercatat ada 66.679 kasus ISPA di Provinsi Kalimantan Tengah.

Angka tersebut menunjukkan betapa parahnya dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh karhutla. Kualitas udara yang buruk akibat asap tebal tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memicu berbagai penyakit pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

BNPB terus memantau perkembangan situasi karhutla dan dampaknya di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Tengah. Upaya penanganan karhutla secara terus menerus dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait, namun tantangan dalam memadamkan api di lahan gambut dan medan yang sulit tetap menjadi pekerjaan berat.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri dari paparan asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membatasi kegiatan di luar rumah saat kualitas udara memburuk menjadi beberapa langkah yang disarankan.

Perlu diketahui, karhutla bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga krisis kemanusiaan yang berdampak luas. Penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga penanganan dampak kesehatan, menjadi krusial untuk meminimalkan kerugian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp