Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah resmi membuka kembali akses wisata Bromo pada Senin, 17 Juni 2024, setelah sebelumnya ditutup sementara akibat insiden kebakaran yang terjadi di kawasan savana Lembah Watangan, Bukit Teletubbies. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan dan upaya pemulihan yang telah dilakukan oleh berbagai pihak.
Kebakaran yang sempat mengkhawatirkan lanskap ikonik Bromo ini terjadi pada Rabu, 12 Juni 2024. Api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab saat sesi foto menggunakan flare. Insiden ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam dari masyarakat dan pecinta alam terhadap kelestarian salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.
Kepala Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, dalam keterangannya kepada pers menyatakan bahwa pembukaan kembali dilakukan setelah tim gabungan berhasil memadamkan api dan melakukan penilaian dampak. “Setelah kami melakukan pemadaman dan evaluasi, serta melihat kondisi di lapangan, hari ini kami putuskan untuk membuka kembali Bromo bagi pengunjung,” ujar Septi Eka Wardhani pada Senin (17/6).
Upaya pemadaman api melibatkan tim gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, masyarakat sekitar, relawan, serta sejumlah komunitas peduli lingkungan. Mereka bekerja tanpa lelah selama beberapa hari untuk mencegah api meluas dan merusak area lain yang lebih luas. Koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan kebakaran ini.
Meskipun Bromo telah dibuka kembali, pihak TNBTS mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dalam menjaga kelestarian alam. Penggunaan flare, baik untuk keperluan foto maupun aktivitas lainnya, dilarang keras di seluruh kawasan TNBTS. Sanksi tegas akan diberlakukan bagi pelanggar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dampak kebakaran memang terlihat pada sebagian area savana yang menghitam, namun keindahan utama Bromo, termasuk kawah dan lautan pasir, dilaporkan tidak terpengaruh secara signifikan. Proses pemulihan ekosistem diperkirakan akan memakan waktu, namun dengan partisipasi aktif dari pengunjung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian, diharapkan lanskap Bromo dapat kembali hijau seperti sedia kala.
Pembukaan kembali Bromo ini diharapkan dapat memulihkan geliat pariwisata di kawasan tersebut, sekaligus menjadi momentum pengingat pentingnya menjaga alam dari ancaman kebakaran yang seringkali disebabkan oleh kelalaian manusia. TNBTS akan terus melakukan pemantauan dan sosialisasi guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.
