Saturday, 22 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Ratusan Bidan di NTT Tetap Melayani Pasca Gempa, Sebagian Jadi Korban Saat Bertugas

Oleh Destian August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebanyak 197 bidan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terdampak langsung oleh gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Meskipun mengalami musibah, para tenaga kesehatan ini menunjukkan dedikasi tinggi dengan tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tengah situasi sulit.

Beberapa dari bidan yang terdampak gempa bahkan dilaporkan menjadi korban saat sedang bertugas membantu warga. Situasi ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi oleh para bidan dalam menjalankan profesinya pasca-bencana.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT, Maria Fatima, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami anggotanya. Ia menegaskan bahwa IBI berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para bidan yang terdampak.

Menindaklanjuti hal tersebut, IBI telah bergerak cepat untuk menghimpun donasi dan berbagai bentuk bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para bidan, baik secara materiil maupun moril, serta memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan di daerah terdampak.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu para bidan kami yang terdampak gempa. Ada yang rumahnya rusak, ada yang kehilangan harta benda, namun mereka tetap semangat melayani,” ujar Maria Fatima dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa semangat juang para bidan di NTT patut diapresiasi. Meskipun menghadapi kesulitan pribadi akibat gempa, prioritas mereka tetap pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

IBI sendiri saat ini sedang melakukan pendataan lebih lanjut mengenai kebutuhan spesifik para bidan yang terdampak. Hal ini penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan efektif. Selain itu, upaya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan lainnya, terus dilakukan untuk memperluas jangkauan bantuan.

Gempa yang terjadi di NTT telah menimbulkan kerugian materiil yang signifikan dan berdampak pada kehidupan ribuan warga, termasuk para tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp