Kabar angin yang beredar mengenai vaksin HPV dapat menyebabkan rahim kering dan kemandulan ternyata tidak benar. Menurut penjelasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn), vaksin HPV justru aman dan efektif dalam mencegah kanker serviks.
Kekhawatiran ini muncul di tengah masyarakat, namun para ahli menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Vaksin HPV telah melalui berbagai uji klinis yang ketat dan terbukti aman bagi kesehatan reproduksi wanita.
Dokter spesialis obgyn, Dr. dr. R. Edward, Sp.OG(K) dari RS Pondok Indah, Jakarta, menegaskan bahwa vaksin HPV merupakan salah satu langkah pencegahan primer yang sangat penting untuk melawan Human Papillomavirus (HPV). Virus inilah yang menjadi penyebab utama kanker serviks, salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di Indonesia.
“Vaksin HPV ini sangat aman dan justru melindungi dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Jadi, tidak ada kaitannya sama sekali dengan kemandulan atau rahim kering,” ujar Dr. Edward dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap jenis HPV yang paling berisiko tinggi menyebabkan kanker.
Lebih lanjut, Dr. Edward menjelaskan bahwa proses pemberian vaksin HPV tidak akan memengaruhi fungsi organ reproduksi wanita, termasuk kesuburan. Sebaliknya, dengan mencegah infeksi HPV, vaksin ini secara tidak langsung justru menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang dan mengurangi risiko komplikasi yang dapat timbul akibat kanker serviks.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua terbanyak akibat kanker pada wanita di seluruh dunia, dan Indonesia termasuk negara dengan angka kejadian yang tinggi. Oleh karena itu, rekomendasi untuk melakukan vaksinasi HPV, terutama bagi remaja putri sebelum aktif secara seksual, menjadi sangat krusial.
Vaksin HPV telah direkomendasikan oleh berbagai badan kesehatan internasional dan nasional sebagai bagian dari program pencegahan kanker serviks. Manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan risiko atau efek samping yang sangat jarang terjadi dan umumnya ringan, seperti nyeri di lokasi suntikan. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah termakan isu yang tidak benar dan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai vaksin HPV.
