Ukuran paha yang besar tidak serta-merta menjadi jaminan umur panjang, demikian ditegaskan oleh dr. Yunita, seorang pakar kesehatan. Mitos populer yang beredar di masyarakat ini ternyata belum didukung oleh fakta medis yang kuat. Menurutnya, fokus pada massa otot di area paha jauh lebih krusial dalam menentukan indikator kesehatan seseorang.
Dr. Yunita menjelaskan bahwa persepsi umum yang mengaitkan paha besar dengan kesehatan yang baik seringkali keliru. Ukuran paha yang cenderung besar bisa saja disebabkan oleh akumulasi lemak berlebih, bukan semata-mata karena kekuatan otot. Lemak yang menumpuk, terutama di area perut, justru dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berpotensi memperpendek usia.
Sebaliknya, massa otot yang kuat pada paha menunjukkan tingkat kebugaran fisik yang baik. Otot yang sehat berkontribusi pada metabolisme tubuh yang lebih efisien, keseimbangan yang lebih baik, dan mobilitas yang terjaga hingga usia lanjut. Hal ini secara tidak langsung dapat mendukung kualitas hidup dan berpotensi meningkatkan harapan hidup seseorang.
βMitos paha besar dan umur panjang itu perlu diluruskan. Ukuran paha tidak selalu mencerminkan kesehatan. Yang paling penting adalah massa ototnya,β ujar dr. Yunita. Beliau menekankan bahwa komposisi tubuh, yang membedakan antara massa otot dan massa lemak, adalah faktor penentu yang sesungguhnya.
Lebih lanjut, dr. Yunita menyarankan agar masyarakat lebih fokus pada program latihan yang bertujuan membangun dan mempertahankan massa otot, serta menjaga pola makan sehat untuk mengontrol kadar lemak tubuh. Aktivitas fisik seperti latihan beban, squat, dan lunges dapat membantu memperkuat otot paha. Kombinasi gaya hidup sehat ini akan memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap kesehatan secara keseluruhan dan potensi umur panjang, dibandingkan sekadar memperhatikan ukuran paha.
