Monday, 31 August 2026
BREAKING
Berita

BRI Pangkas Biaya Kredit ke 3,1%, Risiko Kredit Mengalami Penurunan Signifikan

Oleh Ishak August 31, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menekan biaya kreditnya menjadi 3,1% per kuartal III-2023, menunjukkan efisiensi operasional yang semakin membaik. Penurunan ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset perseroan, di mana risiko kredit secara keseluruhan juga terpantau mengalami penyusutan.

Perolehan biaya kredit yang lebih rendah ini menjadi indikator positif bagi kinerja keuangan BRI. Biaya kredit, yang sering diukur dengan Cost of Credit (CoC), mencerminkan besarnya biaya yang dikeluarkan bank untuk mengelola dan menyerap potensi kerugian dari kredit bermasalah. Penurunan CoC mengindikasikan bahwa BRI semakin efektif dalam mengelola portofolio kreditnya.

Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah S. menyoroti bahwa penurunan biaya kredit ini tidak terlepas dari strategi manajemen risiko yang dijalankan perseroan secara konsisten. Upaya mitigasi risiko dan peningkatan kualitas aset menjadi kunci utama dalam pencapaian ini. Selain itu, BRI juga terus fokus pada penyaluran kredit yang sehat dan berkualitas.

Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI juga terus terjaga pada level yang rendah. Per kuartal III-2023, NPL gross BRI dilaporkan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, yang menandakan bahwa sebagian besar kredit yang disalurkan BRI adalah kredit lancar dan sehat.

Penurunan risiko kredit ini juga tercermin dari perbaikan rasio Loan at Risk (LaR) BRI. LaR mengukur proporsi kredit yang berpotensi mengalami penurunan nilai di masa depan. Dengan terjaganya LaR, BRI menunjukkan bahwa eksposur terhadap kredit berisiko telah berhasil dikendalikan.

Manajemen BRI meyakini bahwa perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya kredit ini akan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas perseroan. Selain itu, hal ini juga memperkuat posisi BRI sebagai salah satu bank yang paling resilien dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Pencapaian ini juga didukung oleh strategi BRI dalam melakukan digitalisasi layanan perbankan dan peningkatan penetrasi produk melalui kanal digital. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperluas jangkauan layanan BRI kepada masyarakat, termasuk segmen UMKM yang menjadi fokus utama perseroan.

Dengan biaya kredit yang semakin efisien dan risiko kredit yang terkendali, BRI berada dalam posisi yang lebih kuat untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang berkualitas dan berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus berupaya menjaga tren positif ini melalui inovasi dan manajemen risiko yang prudent.

Bagikan: Facebook X WhatsApp