Monday, 31 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Mitos dan Fakta: Benarkah Kerupuk Merusak Gigi Seperti Makanan Manis?

Oleh Destian August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Banyak orang mengaitkan kerusakan gigi dengan konsumsi makanan manis seperti permen. Namun, kerupuk, camilan gurih yang renyah, kerap diperbincangkan memiliki potensi serupa. Sebuah analisis mendalam mengungkapkan bahwa anggapan kerupuk dapat merusak gigi seperti makanan manis, sejatinya memiliki dasar ilmiah yang perlu dipahami.

Menurut Dr. Armelia Sari W., Sp.KG., spesialis konservasi gigi, risiko kerusakan gigi tidak hanya berasal dari kandungan gula. Ia menjelaskan bahwa tekstur makanan juga memainkan peran penting. “Makanan yang lengket dan sulit dibersihkan dari permukaan gigi, seperti permen karamel atau dodol, memang berisiko tinggi,” ujarnya dalam sebuah webinar yang diadakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) pada 17 September 2023.

Namun, kerupuk, meskipun renyah, juga memiliki karakteristik yang perlu diwaspadai. Dr. Armelia merinci, “Partikel-partikel kecil dari kerupuk bisa terselip di sela-sela gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, sisa makanan ini akan menjadi sarang bakteri. Bakteri kemudian mengolah sisa makanan tersebut menjadi asam yang dapat mengikis enamel gigi.” Proses pengikisan enamel inilah yang menjadi awal dari kerusakan gigi.

Lebih lanjut, Dr. Armelia menekankan bahwa frekuensi dan cara konsumsi juga sangat menentukan. Mengonsumsi kerupuk sesekali dan segera menyikat gigi setelahnya tentu berbeda risikonya dengan mengemil kerupuk sepanjang hari tanpa menjaga kebersihan mulut. Ia menambahkan, “Kebersihan mulut yang buruk adalah faktor utama. Bakteri akan lebih mudah berkembang biak jika tidak ada pembersihan rutin.”

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua jenis kerupuk memiliki risiko yang sama. Kerupuk yang terbuat dari bahan dasar tepung terigu atau beras, dengan tambahan garam dan sedikit minyak, umumnya lebih aman dibandingkan kerupuk yang diproses dengan banyak gula tambahan, pewarna, atau pengawet yang berpotensi lebih berbahaya bagi kesehatan gigi. Rekomendasi umum dari para ahli kesehatan gigi adalah menjaga pola makan seimbang dan rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi setidaknya dua kali setahun.

Bagikan: Facebook X WhatsApp