Sunday, 30 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Peneliti Temukan Sel Imun ‘Super’ pada Lansia Berusia 100 Tahun, Efektif Lawan Kanker

Oleh Destian August 30, 2026 42 minutes lalu 0 komentar

Sebuah penemuan mengejutkan datang dari dunia riset imunologi. Para ilmuwan mendapati adanya lonjakan signifikan pada sel imun CD4 CTL di dalam tubuh individu yang telah berusia 100 tahun ke atas. Sel imun ini ternyata memiliki peran krusial dalam memerangi sel kanker dan berkontribusi pada fenomena umur panjang yang luar biasa.

Temuan ini secara langsung membantah anggapan umum bahwa sistem kekebalan tubuh cenderung melemah seiring bertambahnya usia. Sebaliknya, penelitian ini justru mengungkap adanya mekanisme pertahanan ‘super’ yang aktif bekerja pada sebagian lansia, memungkinkan mereka untuk tidak hanya bertahan hidup lebih lama, tetapi juga melawan ancaman penyakit seperti kanker dengan lebih efektif.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging ini menyoroti kapasitas luar biasa dari sel CD4 CTL. Sel-sel ini tidak hanya menunjukkan aktivitas yang tinggi, tetapi juga mampu beradaptasi dan berfungsi secara optimal bahkan pada usia senja yang ekstrem. Kemampuan ini menjadi kunci mengapa lansia centenarian (berusia 100 tahun atau lebih) dapat mempertahankan kualitas hidup dan terhindar dari penyakit degeneratif.

Dr. Jian-Min Yuan, salah satu peneliti utama dalam studi ini, mengungkapkan kekagumannya. “Kami sangat terkejut melihat peningkatan jumlah sel CD4 CTL yang aktif pada lansia berusia 100 tahun ke atas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sel-sel ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem imun dan melawan patogen, serta memiliki potensi besar dalam pengembangan terapi anti-kanker di masa depan.

Penelitian ini mengamati sampel dari berbagai individu, termasuk lansia yang berusia 100 tahun ke atas, orang dewasa yang lebih muda, dan individu yang telah meninggal. Perbandingan data menunjukkan adanya perbedaan mencolok pada profil sel imun mereka. Lansia centenarian secara konsisten menunjukkan tingkat sel CD4 CTL yang lebih tinggi dan lebih fungsional dibandingkan kelompok usia lainnya.

Lebih lanjut, para peneliti meyakini bahwa penemuan ini membuka jalan baru untuk memahami proses penuaan yang sehat. Dengan mengidentifikasi sel imun ‘super’ ini, para ilmuwan berharap dapat merancang strategi intervensi yang dapat meniru atau meningkatkan fungsi sel-sel tersebut pada populasi yang lebih luas. Hal ini berpotensi tidak hanya memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp