Banyak orang yang menjalani program diet memilih telur rebus sebagai menu sarapan, bahkan terkadang merasa ragu untuk mengonsumsi nasi saat makan siang. Kekhawatiran ini muncul karena nasi identik dengan karbohidrat yang dianggap sebagai musuh utama dalam upaya menurunkan berat badan. Namun, benarkah anggapan tersebut? Seorang dokter memberikan penjelasan mengenai fakta di balik kebiasaan diet ini.
Menurut dr. Diana F. Sugiarso, Sp.GK, seorang spesialis gizi klinik, pilihan sarapan dengan telur rebus memang merupakan strategi yang baik. Telur rebus dikenal sebagai sumber protein yang tinggi dan mengenyangkan, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan hingga jam makan berikutnya. “Protein telur akan membuat kenyang lebih lama, sehingga kebutuhan makan berikutnya bisa terkontrol,” ujar dr. Diana dalam sebuah kesempatan.
Namun, dr. Diana menekankan bahwa pembatasan nasi secara total, terutama saat makan siang, belum tentu diperlukan bagi semua orang yang sedang diet. Ia menjelaskan bahwa nasi, sebagai sumber karbohidrat, tetap memiliki peran penting dalam menyediakan energi bagi tubuh. Kuncinya bukan pada penghilangan total, melainkan pada pengelolaan porsi dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi.
Lebih lanjut, dr. Diana menyarankan agar pelaku diet tetap bisa mengonsumsi nasi saat makan siang, asalkan dalam jumlah yang terkontrol. Ia juga merekomendasikan untuk memprioritaskan nasi merah atau nasi cokelat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi putih. Nasi merah dan cokelat mengandung serat lebih tinggi yang baik untuk pencernaan dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga mencegah lonjakan energi yang cepat diikuti rasa lapar.
“Jadi, tidak perlu takut makan nasi saat siang hari, asalkan porsinya tepat dan pilihannya yang lebih sehat seperti nasi merah,” tambahnya. Pendekatan yang lebih seimbang ini memungkinkan pelaku diet untuk tetap menikmati makanan pokok mereka sambil tetap mencapai tujuan penurunan berat badan, tanpa harus merasa terlalu membatasi diri secara ekstrem.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis gizi klinik sangat disarankan untuk mendapatkan panduan diet yang personal dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
