Sunday, 30 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Risiko Osteoartritis Lutut Meningkat Akibat Kelebihan Berat Badan, Ahli Dorong Gaya Hidup Sehat

Oleh Destian August 30, 2026 38 minutes lalu 0 komentar

Kelebihan berat badan atau obesitas secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya keausan pada sendi lutut, sebuah kondisi yang dikenal sebagai osteoartritis. Beban tambahan pada persendian ini mempercepat kerusakan tulang rawan, menyebabkan rasa sakit, kekakuan, dan keterbatasan gerak.

Menurut berbagai studi dan pernyataan dari para ahli ortopedi, setiap kilogram berat badan yang berlebih memberikan tekanan empat kali lipat pada sendi lutut saat berjalan. Beban ini secara kumulatif menyebabkan degenerasi tulang rawan lebih cepat dibandingkan individu dengan berat badan ideal.

Dr. Budi Santoso, seorang spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com pada awal tahun 2023, menjelaskan bahwa osteoartritis lutut merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada lansia. Ia menekankan bahwa pencegahan melalui pengelolaan berat badan adalah kunci utama.

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan kasus osteoartritis, yang sebagian besar dikaitkan dengan prevalensi obesitas yang juga meningkat di masyarakat. Meskipun belum ada data spesifik yang menghubungkan langsung peningkatan kasus osteoartritis lutut dengan kenaikan berat badan dalam kurun waktu tertentu secara nasional, tren global menunjukkan korelasi yang kuat.

Ahli gizi, Dr. Siti Aminah, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Mei 2023, menegaskan pentingnya pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur untuk menjaga berat badan ideal. Ia menyarankan konsumsi makanan kaya serat, protein tanpa lemak, serta membatasi asupan gula dan lemak jenuh.

Selain osteoartritis, kelebihan berat badan juga berkontribusi pada masalah kesehatan lain yang dapat memperburuk kondisi sendi, seperti peradangan sistemik (inflamasi) dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini menciptakan lingkaran setan yang berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

Para ahli medis secara konsisten mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat, termasuk diet yang tepat dan olahraga rutin, bukan hanya untuk estetika, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan sendi dan kualitas hidup di masa tua. Program edukasi publik tentang bahaya obesitas terhadap kesehatan sendi terus digalakkan oleh berbagai lembaga kesehatan.

Langkah-langkah konkret seperti program penurunan berat badan yang terstruktur, fisioterapi untuk memperkuat otot di sekitar lutut, serta edukasi mengenai postur tubuh yang benar saat beraktivitas, menjadi rekomendasi utama bagi individu yang berisiko atau sudah mengalami gejala awal masalah lutut akibat berat badan berlebih. Keterlibatan aktif dari pemerintah dalam kampanye kesehatan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kasus osteoartritis di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp