Monday, 31 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Istri Korban Meninggal Turbulensi Singapore Airlines Ajukan Gugatan Terhadap Maskapai

Oleh Destian August 31, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Istri dari salah satu penumpang yang tewas akibat turbulensi parah pada penerbangan Singapore Airlines pada Mei 2024 lalu dilaporkan telah mengajukan gugatan terhadap maskapai tersebut. Gugatan ini diajukan di pengadilan Amerika Serikat, menuntut kompensasi atas hilangnya nyawa suaminya akibat insiden yang terjadi di tengah penerbangan dari London ke Singapura.

Menurut laporan Associated Press, gugatan ini diajukan atas nama istri mendiang, yang diidentifikasi sebagai Nguan Huang. Gugatan tersebut menuduh Singapore Airlines lalai dalam memastikan keselamatan penumpangnya. Insiden turbulensi hebat yang terjadi pada penerbangan SQ321 pada 21 Mei 2024 ini telah menyebabkan satu korban jiwa, yaitu Geoffrey Kitchen, seorang warga Inggris berusia 73 tahun, serta puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Turbulensi ekstrem tersebut dilaporkan terjadi saat pesawat melintasi wilayah udara Myanmar. Perubahan ketinggian yang mendadak dan hebat menyebabkan penumpang dan awak kabin terlempar dari kursi mereka, mengakibatkan cedera serius dan hilangnya nyawa. Geoffrey Kitchen, yang dilaporkan memiliki riwayat penyakit jantung, diduga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya selama insiden tersebut.

Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Connecticut ini mencari ganti rugi atas kerugian yang dialami keluarga korban. Pihak penggugat berargumen bahwa maskapai gagal memberikan peringatan yang memadai atau mengambil tindakan pencegahan yang cukup untuk menghindari atau meminimalkan dampak dari turbulensi tersebut. Pihak Singapore Airlines sendiri telah menyatakan dukacita mendalam atas insiden tersebut dan sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Sebelumnya, Singapore Airlines telah menawarkan kompensasi awal kepada penumpang yang terluka dan keluarga korban. Maskapai tersebut menjanjikan bantuan keuangan untuk biaya medis, penggantian tiket, dan kompensasi lain yang sesuai dengan peraturan internasional yang berlaku. Namun, gugatan ini menunjukkan bahwa pihak keluarga korban merasa kompensasi tersebut belum memadai atau tidak mencakup seluruh kerugian yang timbul.

Pihak Singapore Airlines melalui pernyataan resminya kepada media menyatakan bahwa mereka sangat prihatin atas insiden tersebut dan keselamatan penumpang adalah prioritas utama mereka. Maskapai juga berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada semua pihak yang terdampak. Rincian spesifik mengenai gugatan dan tanggapan resmi dari Singapore Airlines masih terus berkembang.

Investigasi mendalam terhadap penyebab pasti turbulensi parah ini masih terus dilakukan oleh otoritas penerbangan terkait, termasuk Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura (TSIB) dan pihak berwenang di Inggris. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap insiden tragis tersebut dan dapat menjadi dasar bagi langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.

Pengajuan gugatan ini diperkirakan akan memicu perhatian lebih lanjut terhadap tanggung jawab maskapai dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan turbulensi udara yang semakin menjadi perhatian dalam dunia penerbangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp