Monday, 7 September 2026
BREAKING
Ekonomi

IHSG Ditutup Merosot di Awal Pekan, Sektor Keuangan Jadi Beban

Oleh Ishak September 7, 2026 50 minutes lalu 0 komentar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan perdagangan dengan catatan negatif, ditutup merosot 0,25% ke level 6.619,89 pada Senin (24/6/2024). Pelemahan ini mayoritas disumbang oleh tekanan pada sektor keuangan yang mengalami koreksi signifikan.

Pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan Senin pagi terpantau fluktuatif. Setelah sempat dibuka menguat tipis, indeks kemudian bergerak dalam tren penurunan hingga akhir sesi. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG melemah 16,52 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.636,41.

Sektor keuangan menjadi pemberat utama pelemahan IHSG hari ini. Indeks sektor keuangan tercatat mengalami penurunan sebesar 1,32%. Selain itu, beberapa sektor lain juga turut berkontribusi terhadap pelemahan, meskipun dengan bobot yang lebih kecil, seperti sektor energi yang turun 0,52% dan sektor kesehatan yang terkoreksi 0,31%.

Sebaliknya, sektor perindustrian menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada hari ini, naik 0,69%. Sektor transportasi dan logistik juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 0,54%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang menguat 0,37%.

Volume perdagangan pada hari ini terpantau cukup aktif dengan total nilai transaksi mencapai Rp 11,46 triliun. Terdapat sebanyak 261 saham yang menguat, 259 saham yang melemah, dan 236 saham stagnan. Hal ini menunjukkan adanya pergerakan yang cukup dinamis di pasar, meskipun sentimen secara keseluruhan cenderung negatif.

Analis pasar modal, Hans K. Khoe, sebelumnya telah memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan melemah di awal pekan. Faktor-faktor seperti sentimen global terkait kebijakan moneter bank sentral utama dunia dan data ekonomi domestik menjadi perhatian pelaku pasar.

Tekanan pada sektor keuangan, khususnya perbankan, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk persepsi investor terhadap prospek pertumbuhan kredit, kualitas aset, serta kebijakan suku bunga acuan yang dapat mempengaruhi margin keuntungan bank. Data terbaru mengenai inflasi dan kebijakan Bank Indonesia (BI) juga menjadi indikator penting yang dicermati pasar.

Menjelang akhir perdagangan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 458,08 miliar di seluruh pasar. Aktivitas jual beli yang cukup signifikan dari investor asing ini turut mempengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Dengan penutupan di level 6.619,89, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan sentimen makroekonomi domestik dan global, serta kinerja emiten-emiten unggulan, khususnya dari sektor keuangan, untuk melihat arah pergerakan IHSG di hari-hari mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp