Monday, 7 September 2026
BREAKING
Berita

Perpanjangan Penutupan 7 Bandara Akibat Abu Vulkanik Diperpanjang Hingga Malam Ini

Oleh Ishak September 7, 2026 35 minutes lalu 0 komentar

PT AirNav Indonesia kembali memperpanjang penutupan operasional tujuh bandara di Indonesia hingga pukul 23.59 WIB malam ini. Keputusan ini diambil menyusul masih adanya sebaran abu vulkanik yang membahayakan penerbangan dari aktivitas Gunung Ruang di Sulawesi Utara.

Langkah perpanjangan penutupan bandara ini merupakan upaya preventif yang dilakukan oleh AirNav Indonesia demi menjamin keselamatan penerbangan. Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin pesawat dan mengganggu visibilitas pilot, sehingga sangat berisiko jika pesawat nekat terbang di area terdampak.

Tujuh bandara yang operasionalnya diperpanjang penutupannya meliputi Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Naha Tahuna, Bandara Olat Flobamoro Maumere, Bandara Tambolaka, Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, Bandara Haluoleo Kendari, dan Bandara Sultan Babullah Ternate. Sebelumnya, beberapa bandara ini telah mengalami penutupan sejak beberapa hari lalu akibat dampak erupsi Gunung Ruang.

Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, telah mengalami serangkaian erupsi sejak beberapa waktu lalu, mengeluarkan kolom abu vulkanik yang membubung tinggi ke atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan abu vulkanik ini dan memberikan informasi terkini kepada otoritas penerbangan.

Dampak dari penutupan bandara ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi para penumpang yang perjalanannya terganggu. Ribuan penumpang kemungkinan besar akan mengalami penundaan keberangkatan, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Maskapai penerbangan diharapkan akan segera memberikan informasi terkait penjadwalan ulang atau kompensasi bagi penumpang yang terdampak.

AirNav Indonesia secara berkala akan terus mengevaluasi situasi berdasarkan informasi dari BMKG dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Jika kondisi sebaran abu vulkanik sudah dinyatakan aman untuk operasional penerbangan, maka penutupan bandara akan segera dicabut.

Pihak otoritas penerbangan mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi udara untuk terus memantau informasi resmi terkait status operasional bandara dan jadwal penerbangan. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

Perpanjangan penutupan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan. Pengawasan dan koordinasi antarlembaga terkait, seperti AirNav Indonesia, BMKG, dan PVMBG, menjadi sangat krusial dalam menghadapi situasi kebencanaan seperti ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp