Olahraga angkat beban tidak hanya membentuk otot, tetapi juga terbukti memiliki peran signifikan dalam pencegahan kanker payudara. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa latihan kekuatan ini dapat mengurangi risiko penyakit mematikan tersebut, memberikan harapan baru bagi wanita untuk menjaga kesehatan payudara mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Brigham and Women’s Hospital di Boston, Amerika Serikat, menemukan korelasi kuat antara frekuensi dan intensitas angkat beban dengan penurunan risiko kanker payudara. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal *JAMA Oncology* pada awal tahun 2024, mengukuhkan pentingnya latihan beban sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Menurut Dr. Eleanor McFadden, salah satu peneliti utama dalam studi tersebut, wanita yang rutin melakukan latihan beban, terutama dengan beban yang lebih berat, menunjukkan penurunan risiko kanker payudara yang lebih substansial dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan latihan kardio atau tidak aktif secara fisik. “Kami melihat bahwa semakin berat beban yang diangkat dan semakin sering dilakukan, semakin besar efek protektifnya terhadap kanker payudara,” ujar Dr. McFadden dalam sebuah wawancara dengan *The New York Times*.
Studi ini menganalisis data dari ribuan wanita yang berpartisipasi dalam studi kesehatan jangka panjang. Para peneliti mengamati pola latihan mereka, termasuk jenis olahraga, durasi, dan intensitas, serta membandingkannya dengan insiden kanker payudara yang terjadi selama periode pengamatan. Hasilnya konsisten menunjukkan bahwa angkat beban memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk latihan fisik lainnya.
Mekanisme di balik manfaat angkat beban ini diduga berkaitan dengan beberapa faktor. Latihan kekuatan dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang semuanya merupakan faktor yang diketahui memengaruhi risiko kanker. Selain itu, peningkatan massa otot yang dihasilkan dari angkat beban juga dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, termasuk estrogen, yang berperan dalam perkembangan kanker payudara.
Sementara itu, American Cancer Society merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi setiap minggu, ditambah dengan latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu. Namun, temuan baru ini menyarankan agar latihan beban, yang termasuk dalam latihan penguatan otot, mendapatkan perhatian lebih serius dalam pedoman pencegahan kanker payudara.
Para ahli kesehatan menyarankan agar wanita yang belum terbiasa dengan angkat beban dapat memulai secara bertahap di bawah pengawasan profesional untuk menghindari cedera. Konsultasi dengan dokter atau pelatih kebugaran bersertifikat dapat membantu menyusun program latihan yang aman dan efektif sesuai dengan kondisi fisik masing-masing individu.
Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang mendukung, olahraga angkat beban kini semakin dikukuhkan sebagai salah satu strategi pencegahan kanker payudara yang efektif. Para peneliti berencana untuk melanjutkan studi ini untuk memahami lebih dalam mekanisme molekuler yang terlibat dan untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik bagi masyarakat luas.
