Friday, 21 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Studi Ungkap 2 Profesi dengan Risiko Kematian akibat Kanker Terkait Radiasi

Oleh Destian August 21, 2026 1 hour lalu 0 komentar

{
“title”: “Pilot dan Pramugari Berisiko Lebih Tinggi Meninggal Akibat Kanker Radiasi Dibanding Pekerja Radioaktif”,
“content”: “

Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: pilot dan pramugari memiliki risiko kematian akibat kanker yang berhubungan dengan paparan radiasi, lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bekerja langsung dengan bahan radioaktif. Temuan ini menyoroti bahaya tersembunyi yang dihadapi para awak kabin dan pilot dalam profesi mereka.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health ini menganalisis data dari lebih dari 100.000 pilot dan pramugari di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan korelasi yang signifikan antara durasi penerbangan yang panjang dan peningkatan risiko kematian akibat kanker tertentu, termasuk kanker paru-paru dan kanker payudara. Paparan radiasi kosmik yang lebih tinggi di ketinggian jelajah pesawat diduga menjadi penyebab utama.

Menariknya, risiko yang dihadapi oleh pilot dan pramugari ini melampaui risiko yang dialami oleh pekerja di fasilitas nuklir atau laboratorium yang menangani bahan radioaktif. Para pekerja bahan radioaktif umumnya memiliki protokol keselamatan yang ketat dan pemantauan paparan yang lebih intensif, sesuatu yang belum sepenuhnya diterapkan untuk awak kabin penerbangan.

Dr. Sarah Evans, salah satu peneliti utama dalam studi ini, menyatakan keprihatinannya. “Kami menemukan bahwa meskipun paparan radiasi pada awak kabin mungkin terlihat lebih rendah per satuan waktu dibandingkan dengan pekerja radioaktif, akumulasi paparan selama bertahun-tahun di ketinggian jelajah pesawat telah menciptakan risiko yang setara, bahkan lebih tinggi dalam beberapa kasus kematian akibat kanker,” ujar Dr. Evans.

Studi ini juga mengidentifikasi beberapa jenis kanker lain yang menunjukkan peningkatan risiko pada kelompok ini, meskipun tidak sebesar kanker paru-paru dan payudara. Data yang dikumpulkan mencakup periode dari tahun 1990 hingga 2020, memberikan gambaran komprehensif mengenai tren risiko dalam rentang waktu yang panjang.

Temuan ini diharapkan dapat mendorong badan regulasi penerbangan dan maskapai penerbangan untuk meninjau kembali standar keselamatan terkait paparan radiasi bagi awak kabin. Rekomendasi termasuk pembatasan jam terbang, peningkatan pemantauan paparan individu, dan pengembangan teknologi pelindung radiasi yang lebih efektif di dalam pesawat. “Ini adalah panggilan untuk bertindak bagi industri penerbangan untuk melindungi kesehatan jangka panjang para pekerjanya,” tambah Dr. Evans.


}

Bagikan: Facebook X WhatsApp