Friday, 21 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Ancaman Serangan Jantung: Ketika Kolesterol Normal Bukan Jaminan

Oleh Destian August 21, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Serangan jantung dapat menghantui siapa saja, bahkan mereka yang memiliki kadar kolesterol dalam batas normal. Fenomena ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman yang lebih luas mengenai faktor risiko kardiovaskular, bukan sekadar terpaku pada satu indikator.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa meskipun kadar kolesterol LDL (jahat) dan HDL (baik) berada dalam rentang yang sehat, risiko penyakit jantung koroner (PJK) tetap ada. Hal ini disampaikan oleh dr. Dian Novita, Sp.JP(K), FIHA, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, yang menekankan bahwa kolesterol hanyalah salah satu dari sekian banyak elemen yang berkontribusi terhadap kesehatan jantung.

Pemicu serangan jantung pada individu dengan kolesterol normal seringkali berkaitan dengan faktor lain yang tak kalah penting. Salah satu di antaranya adalah peradangan kronis di dalam tubuh. Peradangan ini dapat merusak lapisan pembuluh darah arteri, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan plak aterosklerosis. Plak ini, seiring waktu, dapat menyempitkan arteri dan menghambat aliran darah ke jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung.

Selain peradangan, faktor gaya hidup juga memegang peranan krusial. Kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat (tinggi gula, garam, dan lemak trans), obesitas, serta stres berkepanjangan merupakan kontributor signifikan terhadap risiko penyakit jantung. Bahkan, tekanan darah tinggi dan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat meningkatkan kerentanan terhadap serangan jantung, terlepas dari kadar kolesterol.

Dokter Dian Novita menambahkan, β€œJangan pernah menganggap remeh kesehatan jantung hanya karena hasil tes kolesterol Anda terlihat baik. Penting untuk melihat gambaran kesehatan secara keseluruhan.” Beliau menyarankan agar masyarakat tidak hanya fokus pada penurunan kolesterol, tetapi juga mengadopsi gaya hidup sehat secara komprehensif.

Untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin yang mencakup tidak hanya profil lipid, tetapi juga tekanan darah, kadar gula darah, dan penanda peradangan jika diperlukan. Menghentikan kebiasaan merokok, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya buah, sayur, dan biji-bijian utuh, serta mengelola stres dengan baik adalah langkah-langkah preventif yang sangat efektif. Dengan demikian, perlindungan terhadap jantung dapat dilakukan secara menyeluruh, melampaui sekadar angka kolesterol.

Bagikan: Facebook X WhatsApp