Penelitian terbaru mengungkap kemungkinan mengejutkan: mikroorganisme Bumi berpotensi mampu bertahan hidup di permukaan Bulan. Temuan ini, yang berfokus pada area Bulan yang terlindung dari radiasi Matahari, menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan ilmuwan mengenai kontaminasi antarplanet.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Astrobiology pada 31 Januari 2024, mengidentifikasi bahwa spora dari bakteri Bacillus subtilis, salah satu mikroba yang paling tangguh di Bumi, menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang signifikan setelah terpapar simulasi kondisi Bulan. Eksperimen ini meniru lingkungan Bulan, termasuk radiasi ultraviolet (UV) yang intens dan suhu ekstrem.
Para peneliti dari Open University di Inggris melakukan serangkaian pengujian dengan mengekspos spora Bacillus subtilis pada berbagai tingkat radiasi UV. Hasilnya menunjukkan bahwa spora yang terpapar radiasi UV yang lebih rendah, yang diperkirakan terjadi di area Bulan yang teduh seperti di dalam kawah yang dalam atau di bawah permukaan, memiliki tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih tinggi. Khususnya, spora yang terlindung di bawah lapisan tanah tipis (sekitar 1 milimeter) menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Dr. David Smith, salah satu penulis utama studi tersebut, menyatakan, “Kami terkejut melihat betapa tangguhnya spora ini. Ini menunjukkan bahwa jika ada mikroba yang terbawa ke Bulan, mereka bisa bertahan lebih lama dari yang kami perkirakan sebelumnya, terutama di lingkungan yang terlindungi.” Pernyataan ini menekankan potensi risiko kontaminasi biologis yang dapat mengganggu pencarian kehidupan di luar Bumi.
Kekhawatiran utama para ilmuwan adalah potensi kontaminasi balik (back contamination) dari Bumi ke Bulan, atau sebaliknya, jika misi penjelajahan di masa depan membawa sampel dari Bulan kembali ke Bumi. Peraturan yang ada saat ini, seperti yang diatur oleh Komite Ilmiah Internasional untuk Penelitian Antariksa (COSPAR), dirancang untuk mencegah kontaminasi semacam itu. Namun, temuan baru ini mungkin memerlukan tinjauan ulang terhadap protokol perlindungan planet yang ada.
Penelitian ini bukan hanya penting untuk memahami ketahanan mikroba di lingkungan ekstrem, tetapi juga untuk merencanakan misi eksplorasi Bulan di masa depan. Dengan semakin banyaknya negara dan perusahaan swasta yang berencana mengirim misi ke Bulan, pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana organisme Bumi dapat bertahan di sana menjadi krusial untuk menjaga integritas ilmiah dan menghindari kontaminasi yang tidak diinginkan.
