Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Kenali Sinyal Tubuh saat Terindikasi ‘Kecanduan’ Gula

Oleh Destian August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, yang kerap dianggap sebagai kebiasaan ngemil biasa, ternyata bisa menjadi indikasi adanya ‘kecanduan’ gula dalam tubuh. Fenomena ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Ahli gizi, Dr. dr. Diana F. Suganda, M.Kes., Sp.GK(K) menegaskan bahwa tubuh dapat memberikan sinyal-sinyal spesifik ketika sudah sangat bergantung pada asupan gula. Mengenali tanda-tanda ini merupakan langkah awal untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian pola makan.

Salah satu tanda paling kentara adalah munculnya rasa gelisah atau bahkan cemas ketika tubuh tidak mendapatkan asupan gula. Dr. Diana menjelaskan, “Kalau dia tidak makan gula, dia jadi gelisah, cemas, mood-nya jadi jelek. Itu artinya dia sudah ketergantungan.” Kondisi ini serupa dengan gejala putus zat pada kecanduan lainnya, di mana ketidakadaan zat adiktif memicu ketidaknyamanan fisik dan psikologis.

Selain itu, tubuh juga akan terus-menerus mendambakan rasa manis. Meskipun sudah mengonsumsi makanan manis, keinginan tersebut tidak lantas hilang, melainkan justru semakin kuat. “Tubuh kita itu akan terus menerus mengidamkan rasa manis,” ujar Dr. Diana.

Lebih lanjut, pola tidur yang terganggu juga bisa menjadi salah satu indikator. Sulit tidur atau terbangun di malam hari tanpa sebab yang jelas dapat berhubungan dengan fluktuasi kadar gula darah akibat konsumsi gula berlebih. “Kadang-kadang dia sulit tidur, kadang-kadang terbangun di malam hari,” tambahnya.

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. Hal ini dikarenakan ginjal berusaha keras untuk mengeluarkan kelebihan gula dari dalam tubuh melalui urine. “Sering buang air kecil,” sebut Dr. Diana sebagai salah satu ciri.

Dr. Diana juga menyoroti bagaimana konsumsi gula yang berlebihan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang ‘kecanduan’ gula cenderung lebih rentan terhadap infeksi. “Sistem imunnya turun,” jelasnya.

Terakhir, perubahan pada penampilan kulit, seperti munculnya jerawat atau masalah kulit lainnya, juga dapat dikaitkan dengan asupan gula yang tinggi. “Kelihatan dari kulitnya,” pungkas Dr. Diana, menekankan bahwa kulit seringkali menjadi cerminan kondisi kesehatan internal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp