NTT diguncang gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 pada Selasa, 14 Desember 2021. Bencana alam ini dilaporkan melumpuhkan sejumlah fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai respons cepat, dua unit Rumah Sakit Lapangan (RSL) telah didirikan dan mulai beroperasi untuk memberikan pelayanan medis darurat bagi korban.
Gempa yang berpusat di Laut Flores, 112 km Barat Laut Larantuka, NTT, pada pukul 10:20 WIB ini tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor kesehatan. Sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, membuat pelayanan medis konvensional terganggu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, “Kita segera mobilisasi tim dan sumber daya untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan.”
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendirikan dua RSL. RSL pertama berlokasi di Kabupaten Flores Timur dan yang kedua di Kabupaten Lembata. Kehadiran kedua fasilitas medis darurat ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan perawatan medis di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan resminya pada Rabu, 15 Desember 2021, mengonfirmasi bahwa kedua RSL tersebut sudah mulai beroperasi. “Dua rumah sakit lapangan ini kita bangun agar masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tidak terhambat,” ujar Suharyanto.
Pembangunan RSL ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan bencana yang terkoordinasi, melibatkan berbagai instansi pemerintah dan potensi bantuan dari pihak lain. Fokus utama adalah memastikan pasien tetap mendapatkan penanganan yang memadai, terutama bagi mereka yang terdampak langsung oleh gempa dan kerusakan fasilitas kesehatan sebelumnya. Selain itu, tim medis dikerahkan untuk memberikan pelayanan psikososial kepada korban gempa.
