Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Aktivitas Fisik Teratur: Kunci Menjaga Ritme Jantung Stabil

Oleh Destian August 19, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Olahraga rutin memang dikenal memiliki segudang manfaat bagi kesehatan jantung. Namun, apakah aktivitas fisik ini sepenuhnya mampu mencegah risiko aritmia? Sebuah pandangan dari dr. Simon Salim menegaskan bahwa olahraga teratur memegang peranan krusial dalam menjaga kestabilan irama jantung, meski bukan jaminan mutlak terhindar dari kondisi aritmia.

Aritmia, atau gangguan irama jantung, merupakan kondisi yang dapat mengancam kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat. Dalam sebuah kesempatan, dr. Simon Salim menekankan bahwa gaya hidup aktif melalui olahraga teratur merupakan salah satu strategi paling efektif untuk meminimalkan potensi terjadinya aritmia. Ia menjelaskan bahwa jantung yang terlatih melalui olahraga cenderung lebih kuat dan efisien dalam memompa darah.

Menurut dr. Simon Salim, manfaat olahraga tidak hanya sebatas meningkatkan kekuatan otot jantung, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Keseimbangan elektrolit ini sangat vital untuk transmisi impuls listrik yang mengatur detak jantung agar tetap teratur. “Aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular secara keseluruhan, termasuk menjaga irama jantung tetap normal,” ujar dr. Simon Salim.

Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa olahraga bukanlah satu-satunya faktor penentu. dr. Simon Salim mengingatkan bahwa faktor lain seperti genetika, usia, dan kondisi medis yang mendasari juga dapat berkontribusi terhadap risiko aritmia. Oleh karena itu, bagi individu yang memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko lain, konsultasi dengan profesional medis tetap menjadi langkah penting untuk mendapatkan saran yang personal.

Lebih lanjut, dr. Simon Salim menyarankan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada intensitas olahraga, tetapi juga pada konsistensi. Olahraga dengan intensitas sedang namun dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki cepat, bersepeda, atau berenang selama minimal 150 menit per minggu, dinilai sangat efektif. “Kuncinya adalah menjadikannya kebiasaan, bukan sekadar upaya sporadis,” tambahnya.

Dengan demikian, meskipun olahraga teratur bukan obat mujarab yang dapat menghilangkan seluruh risiko aritmia, aktivitas fisik yang konsisten tetap menjadi pilar penting dalam upaya pencegahan dan pengelolaan kesehatan jantung. Pendekatan holistik yang mencakup olahraga, pola makan sehat, serta pemeriksaan kesehatan rutin adalah strategi terbaik untuk menjaga jantung tetap sehat dan berdetak dalam irama yang stabil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp