Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Berita

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Whoosh, Purbaya Ungkap Alasannya

Oleh Ishak August 6, 2026 42 minutes lalu 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan alasan di balik keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah pendanaan proyek strategis nasional tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai Kemenkeu yang akan mengambil alih sebagian besar saham KCIC. Luhut mengonfirmasi hal tersebut dan menjelaskan bahwa ini merupakan bagian dari solusi untuk mengatasi pembengkakan biaya atau cost overrun yang dihadapi proyek kereta cepat. Ia menyatakan bahwa proses ini sedang berjalan dan diharapkan dapat segera diselesaikan.

Menurut Luhut, kendali mayoritas saham KCIC oleh pemerintah melalui Kemenkeu akan mempermudah koordinasi dan pengambilan keputusan terkait penyelesaian masalah pendanaan. Hal ini penting mengingat KCIC merupakan konsorsium yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN Indonesia dan perusahaan Tiongkok.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang beroperasi dengan nama Whoosh ini memang menghadapi tantangan dalam hal pendanaan sejak awal. Pembengkakan biaya yang signifikan menjadi isu krusial yang memerlukan solusi cepat dan efektif agar proyek tidak terhenti.

Pengambilalihan saham ini juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan keberlanjutan operasional Whoosh. Dengan kepemilikan mayoritas, pemerintah memiliki posisi yang lebih kuat untuk mengarahkan KCIC dalam mengelola keuangan dan operasionalnya.

Sebelumnya, Kemenkeu telah mengalokasikan dana tambahan untuk menutupi cost overrun KCJB. Pengambilalihan saham ini merupakan langkah lanjutan yang lebih strategis untuk memastikan proyek ini dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Luhut menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional, termasuk Whoosh, meskipun menghadapi berbagai kendala. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan proyek infrastruktur prioritas ini dapat berjalan lancar hingga tuntas.

Dengan adanya kepastian kepemilikan saham mayoritas oleh Kemenkeu, diharapkan berbagai kendala terkait pendanaan KCJB dapat segera teratasi. Publik akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi pengambilalihan saham ini dan dampaknya terhadap operasional Whoosh di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp