Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Berita

Menteri ESDM Bahlil Angkat Bicara Soal Target Produksi Tambang dalam RKAB: Ada Kehati-hatian

Oleh Ishak August 6, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menyatakan kehati-hatian dalam menetapkan target produksi tambang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Keputusan ini diambil menyusul evaluasi terhadap pelaksanaan RKAB tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara target dan realisasi, serta potensi dampak lingkungan yang perlu dikelola dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bahlil Lahadalia dalam sebuah kesempatan, menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih realistis dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya mineral. Ia menekankan bahwa penetapan target produksi harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kemampuan teknis, kondisi pasar, serta aspek keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Menurut Bahlil, evaluasi terhadap RKAB periode sebelumnya menemukan adanya indikasi bahwa beberapa perusahaan tambang menetapkan target produksi yang terlalu ambisius, namun tidak mampu mencapainya secara konsisten. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi operasional, tetapi juga potensi pemborosan sumber daya dan dampak lingkungan yang tidak perlu jika target tersebut tidak tercapai.

Lebih lanjut, Menteri ESDM menjelaskan bahwa kehati-hatian ini juga didasari oleh pengalaman di lapangan di mana realisasi produksi terkadang tidak sesuai dengan rencana yang diajukan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kendala teknis, perubahan kondisi geologis, hingga fluktuasi harga komoditas global yang memengaruhi kelayakan ekonomi penambangan.

Selain itu, aspek lingkungan menjadi pertimbangan krusial. Penetapan target produksi yang berlebihan tanpa studi kelayakan yang memadai dan rencana pengelolaan lingkungan yang matang dapat berujung pada kerusakan ekosistem yang lebih parah. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM berupaya memastikan bahwa setiap target produksi yang disetujui dalam RKAB telah melalui kajian mendalam dan mempertimbangkan prinsip-prinsip sustainability.

Bahlil juga mengisyaratkan bahwa proses pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKAB akan ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap rencana yang telah disetujui, serta mendorong praktik pertambangan yang lebih baik dan bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan sektor pertambangan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Langkah kehati-hatian dalam penetapan target produksi tambang ini diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih stabil dan dapat diprediksi di sektor minerba. Perusahaan didorong untuk mengajukan proposal RKAB yang realistis, didukung oleh data yang kuat, dan mencerminkan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam tata kelola sektor pertambangan, termasuk dalam mekanisme penyusunan dan persetujuan RKAB. Fokus pada realisme target dan keberlanjutan lingkungan diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan sektor minerba yang lebih kuat dan bertanggung jawab di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp