Thursday, 6 August 2026
BREAKING
Lifestyle

Ajarkan Anak Berani Bilang ‘Tidak’ pada Ajakan Teman: Panduan Praktis untuk Orang Tua

Oleh Destian August 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Melatih anak untuk berani menolak ajakan teman yang kurang baik merupakan keterampilan sosial esensial yang perlu dibekali sejak dini. Kemampuan ini tidak hanya melindungi anak dari pengaruh negatif, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian mereka. Artikel ini mengulas lima cara efektif yang dapat diterapkan orang tua untuk membimbing anak dalam menolak ajakan yang tidak sesuai.

Psikolog anak, Dr. Rose Mini M.Pd, dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com pada Juli 2024, menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak mengenai berbagai situasi sosial yang mungkin dihadapi. Ia menyarankan agar orang tua tidak hanya fokus pada larangan, tetapi juga memberikan pemahaman mengapa ajakan tertentu perlu ditolak.

Salah satu cara utama adalah dengan memberikan contoh positif. Anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika orang tua mampu menunjukkan cara menolak permintaan yang tidak sesuai dengan sopan dan tegas dalam kehidupan sehari-hari, anak akan lebih mudah memahaminya. Misalnya, menolak tawaran yang tidak sesuai dengan prinsip keluarga.

Selanjutnya, orang tua perlu melatih anak menggunakan bahasa tubuh yang sesuai. Mengajarkan anak untuk melakukan kontak mata, berdiri tegak, dan menggunakan nada suara yang jelas saat menolak dapat menambah keyakinan mereka. Latihan peran atau role-playing di rumah bisa menjadi sarana yang efektif untuk mempraktikkan skenario penolakan.

Memberikan alternatif solusi juga merupakan strategi penting. Alih-alih hanya berkata ‘tidak’, anak bisa diajarkan untuk menawarkan kegiatan lain yang lebih positif. Misalnya, jika diajak bermain gim yang dianggap berlebihan, anak bisa menawarkan untuk bermain bersama di luar rumah atau melakukan aktivitas lain yang disepakati bersama.

Mengembangkan assertiveness atau ketegasan diri pada anak perlu dilakukan secara bertahap. Ini mencakup mengajarkan anak untuk mengungkapkan perasaan dan pendapat mereka dengan jujur tanpa menyakiti orang lain. Melalui pujian dan apresiasi ketika anak berhasil menolak ajakan yang kurang baik, orang tua dapat memperkuat perilaku positif tersebut.

Terakhir, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan di mana anak merasa aman untuk berbicara tentang pengalaman mereka. Mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, serta memberikan dukungan emosional, akan membuat mereka lebih berani untuk berbagi dan mencari solusi ketika menghadapi situasi sulit, termasuk ajakan teman yang kurang tepat.

Orang tua diharapkan dapat terus memantau perkembangan keterampilan anak dalam bersosialisasi dan memberikan bimbingan berkelanjutan. Diskusi rutin mengenai pertemanan dan pengaruh sosial dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang kuat dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp