Data terbaru dari layanan konseling Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan fenomena mengkhawatirkan: kelompok usia muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, menjadi yang paling banyak mengalami dorongan untuk mengakhiri hidup. Angka ini menunjukkan adanya krisis kesehatan mental yang perlu perhatian serius di kalangan generasi penerus bangsa.
Menurut data yang dirilis Kemenkes, pada periode Januari hingga 17 Juni 2024, tercatat sebanyak 1.234 orang yang mengakses layanan konseling terkait keinginan bunuh diri. Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari kalangan Gen Z dan Milenial. Rinciannya, 45,9 persen berasal dari Generasi Milenial, sementara Generasi Z menyumbang 35,4 persen. Ini berarti lebih dari 80 persen kasus yang ditangani Kemenkes berasal dari kedua kelompok usia tersebut.
Lebih lanjut, data Kemenkes menunjukkan bahwa kelompok usia 11-17 tahun, yang sebagian besar termasuk dalam Generasi Z, menjadi kelompok usia yang paling banyak mengakses layanan konseling. Sebanyak 24,7 persen dari total pengguna layanan adalah mereka yang berada di rentang usia tersebut. Diikuti oleh kelompok usia 18-24 tahun (juga dominan Gen Z) dengan 23,6 persen, dan kelompok usia 25-30 tahun (dominan Milenial) dengan 22,3 persen.
Situasi ini menjadi sorotan, mengingat kelompok usia muda seharusnya berada pada fase produktif dan penuh harapan. Namun, angka-angka ini mengindikasikan adanya tekanan psikologis yang signifikan yang dihadapi mereka. Kemenkes melalui layanan konselingnya berupaya memberikan dukungan, namun besarnya angka yang tercatat menjadi alarm bagi berbagai pihak, termasuk keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat luas, untuk menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi kesehatan mental generasi muda.
