Friday, 11 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Nutrisi Saja Tak Cukup, Pemerintah Tekankan Pentingnya Sanitasi untuk Tekan Angka Stunting

Oleh Destian September 11, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Pemerintah Indonesia terus berupaya menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa. Namun, upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan pemenuhan nutrisi semata. Para pakar dan pejabat kesehatan menegaskan bahwa perbaikan sanitasi lingkungan memegang peranan krusial dalam mencegah anak mengalami gagal tumbuh kembang tersebut.

Stunting, yang didefinisikan sebagai kondisi anak di bawah lima tahun (balita) memiliki tinggi badan kurang dibandingkan usianya, merupakan indikator malnutrisi kronis yang dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif dan fisik anak. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk fortifikasi makanan dan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

Namun, data dan kajian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak sehat, terutama terkait sanitasi yang buruk, menjadi salah satu akar masalah yang sering terabaikan. Paparan terhadap kuman dan bakteri akibat sanitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan infeksi berulang pada anak, yang pada gilirannya mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam beberapa kesempatan telah menekankan pentingnya pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. β€œIntervensi gizi spesifik itu penting, tapi kalau lingkungannya tidak sehat, anak akan sakit terus, nutrisi yang diberikan tidak akan terserap maksimal. Oleh karena itu, intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi dan air bersih menjadi sama pentingnya,” ujar Menkes Budi beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 30,8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting, dan diperlukan strategi yang lebih komprehensif untuk mengatasinya. Fokus pada perbaikan akses terhadap air bersih dan sanitasi layak menjadi salah satu kunci utama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga secara konsisten menyoroti kaitan erat antara sanitasi, kebersihan, dan kesehatan anak. Lingkungan yang bersih dan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai dapat mengurangi risiko penyakit diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit menular lainnya yang sering menjadi pemicu stunting.

Oleh karena itu, pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terus mendorong program-program pembangunan infrastruktur sanitasi dan penyediaan air bersih di daerah-daerah yang masih tertinggal. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak Indonesia.

Selain intervensi dari sisi penyediaan infrastruktur, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga terus digalakkan. Kampanye cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah yang baik, dan penggunaan jamban sehat diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan demi pencegahan stunting yang lebih efektif.

Ke depan, koordinasi yang lebih kuat antara sektor kesehatan, PUPR, lingkungan, serta pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target penurunan stunting nasional. Pemantauan berkala terhadap capaian program dan evaluasi dampak intervensi akan terus dilakukan untuk memastikan efektivitas strategi pencegahan stunting yang holistik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp