Debu vulkanik yang terlontar saat erupsi gunung berapi tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan di area terbuka, tetapi juga dapat mencemari udara di dalam ruangan. Untuk itu, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya langkah antisipatif guna melindungi diri dari paparan debu berbahaya tersebut, bahkan ketika berada di dalam bangunan.
Dokter spesialis paru, dr. Rina Amelia, menekankan bahwa kualitas udara di dalam rumah perlu dijaga secara ketat pasca-erupsi gunung berapi. “Meskipun kita berada di dalam ruangan, debu vulkanik yang halus masih bisa masuk melalui celah-celah atau jika pintu dan jendela dibuka,” ujar dr. Rina dalam sebuah sesi edukasi kesehatan pada Selasa (23/05/2023).
Menyikapi potensi bahaya ini, dr. Rina memberikan saran konkret. Langkah pertama yang paling mendasar adalah dengan menutup rapat seluruh jendela dan pintu rumah. Tujuannya adalah untuk meminimalkan masuknya partikel debu vulkanik ke dalam hunian. Selain itu, ia juga menyarankan penggunaan alat penyaring udara atau air purifier jika memang tersedia. Alat ini sangat efektif dalam menyaring partikel halus yang mungkin sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan.
Lebih lanjut, dr. Rina menjelaskan bahwa gejala gangguan pernapasan akibat debu vulkanik dapat bervariasi, mulai dari iritasi tenggorokan, batuk, hingga sesak napas pada individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau PPOK. “Bagi penderita penyakit paru kronis, paparan debu vulkanik bisa memicu perburukan kondisi yang signifikan. Oleh karena itu, pencegahan adalah kunci utama,” tegasnya.
Selain menjaga kebersihan udara dalam ruangan, kebiasaan lain yang perlu diterapkan adalah membersihkan permukaan perabot rumah secara rutin menggunakan lap basah. Hal ini untuk menghilangkan debu vulkanik yang mungkin mengendap. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika berada di sekitar area terdampak erupsi, juga tetap menjadi rekomendasi penting. Pendekatan berlapis ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari dampak negatif debu vulkanik terhadap kesehatan pernapasan.
