Menjalani diet ketat ternyata berpotensi memicu masalah kesehatan mulut seperti sariawan berulang dan bau mulut. Kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan pola makan yang drastis, terutama jika mengeliminasi kelompok nutrisi tertentu.
Salah satu penyebab sariawan berulang atau recurrent aphthous stomatitis adalah diet yang terlalu ketat. Kondisi ini sering kali disertai dengan kekurangan nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut.
Selain itu, diet yang membatasi asupan karbohidrat secara ekstrem juga dapat menyebabkan bau mulut. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup karbohidrat, ia akan mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan senyawa keton yang memiliki bau khas dan dapat tercium dari napas.
Penting untuk diingat bahwa diet yang sehat adalah diet seimbang yang menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Pembatasan kalori atau jenis makanan tertentu sebaiknya dilakukan dengan bijak dan idealnya di bawah pengawasan ahli gizi untuk menghindari efek samping yang merugikan kesehatan.
