Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Detik-detik Mengerikan: Kelilipan Abu Vulkanik Picu Pecah Pembuluh Darah Mata

Oleh Destian September 9, 2026 40 minutes lalu 0 komentar

Sebuah insiden tak terduga menimpa seorang perempuan yang mengalami pecah pembuluh darah di matanya setelah kelilipan abu vulkanik. Kejadian ini menjadi peringatan serius akan potensi bahaya abu vulkanik yang kerap dianggap remeh, terutama bagi organ vital seperti mata.

Menurut laporan CNN Indonesia, insiden ini terjadi pada seorang perempuan yang tidak disebutkan namanya. Ia mengalami kondisi serius setelah matanya kemasukan abu vulkanik. Abu vulkanik, yang terdiri dari partikel halus batuan, mineral, dan kaca vulkanik, dapat menyebabkan iritasi parah pada mata.

Secara medis, pecah pembuluh darah di mata, atau yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gesekan atau tekanan pada mata. Dalam kasus ini, partikel kasar abu vulkanik yang masuk ke mata diduga kuat memicu iritasi dan gesekan yang berujung pada pecahnya pembuluh darah kecil di bawah lapisan transparan mata (konjungtiva).

Meskipun artikel sumber awal tidak merinci tanggal pasti kejadian atau lokasi spesifik letusan gunung berapi yang menghasilkan abu tersebut, insiden ini menyoroti kerentanan mata terhadap benda asing. Dokter spesialis mata seringkali mengingatkan agar tidak mengucek mata ketika kemasukan sesuatu, karena tindakan tersebut dapat memperparah kondisi atau menyebabkan cedera lebih serius.

Abu vulkanik dapat menyebar hingga ratusan kilometer dari sumber letusan, tergantung pada kekuatan erupsi dan arah angin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara rutin memberikan informasi mengenai sebaran abu vulkanik pasca-letusan gunung berapi di Indonesia.

Para ahli kesehatan mata menyarankan agar segera membilas mata dengan air bersih mengalir jika terkena abu vulkanik atau benda asing lainnya. Penggunaan tetes mata steril juga dapat membantu mengeluarkan partikel asing. Jika iritasi berlanjut atau muncul gejala yang mengkhawatirkan seperti pandangan kabur, rasa sakit yang hebat, atau perdarahan yang jelas, segera konsultasikan ke dokter atau unit gawat darurat.

Kejadian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan mata, terutama saat berada di daerah yang berpotensi terdampak abu vulkanik. Penggunaan kacamata pelindung atau masker dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Pihak berwenang terkait mitigasi bencana dan kesehatan masyarakat diharapkan dapat terus menyosialisasikan langkah-langkah perlindungan diri saat terjadi erupsi gunung berapi, termasuk tips penanganan awal jika mata terpapar abu vulkanik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp