Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Polemik Pasta Gigi SLS: Benarkah Berbahaya? Pakar Jelaskan Faktanya

Oleh Destian September 9, 2026 45 minutes lalu 0 komentar

Perdebatan di kalangan warganet mengenai penggunaan pasta gigi yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) kembali mencuat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah pasta gigi SLS lebih baik dibandingkan dengan yang non-SLS? Pertanyaan ini seringkali muncul di tengah klaim-klaim yang beredar di media sosial.

Untuk menjawab kebingungan ini, para ahli memberikan pandangan yang lebih objektif. Pasta gigi SLS, yang menggunakan surfaktan berbusa, memang memiliki kemampuan membersihkan plak dan sisa makanan dengan baik. Namun, bagi sebagian orang, kandungan SLS ini dapat memicu iritasi pada mulut.

Salah satu efek samping yang paling sering dikaitkan dengan penggunaan pasta gigi SLS adalah munculnya sariawan. Dr. drg. R.M. Tirtayasa, Sp.KG(K), seorang spesialis konservasi gigi, menjelaskan bahwa SLS dapat mengikis lapisan pelindung pada mukosa mulut. “SLS itu surfaktan, dia bisa mengikis lapisan pelindung di mukosa mulut, sehingga orang yang sensitif bisa mengalami iritasi atau luka,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (18/4/2024).

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa tidak semua orang akan mengalami efek negatif tersebut. Tingkat sensitivitas setiap individu terhadap SLS berbeda-beda. Bagi mereka yang tidak memiliki riwayat iritasi atau alergi, pasta gigi SLS umumnya aman digunakan dan efektif dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Di sisi lain, pasta gigi non-SLS hadir sebagai alternatif bagi mereka yang memiliki mulut sensitif atau rentan terhadap sariawan. Formulasi pasta gigi ini menggunakan surfaktan yang lebih lembut, sehingga mengurangi risiko iritasi. Meskipun demikian, efektivitas pembersihan plak dan sisa makanan tetap menjadi prioritas dalam formulasi pasta gigi non-SLS.

Dalam memilih pasta gigi, keputusan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi individu. Jika Anda sering mengalami sariawan atau merasa mulut lebih nyaman menggunakan produk tanpa SLS, maka beralih ke pasta gigi non-SLS adalah pilihan yang bijak. Sebaliknya, jika Anda tidak merasakan efek samping negatif dan membutuhkan kekuatan pembersihan yang lebih kuat, pasta gigi SLS tetap bisa menjadi pilihan yang efektif.

Penting untuk mendengarkan respons tubuh Anda sendiri dan, jika perlu, berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai. Tidak ada satu jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang dalam memilih antara pasta gigi SLS dan non-SLS.

Bagikan: Facebook X WhatsApp