Monday, 7 September 2026
BREAKING
Berita

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Pemerintah Siap Gelontorkan Anggaran Tambahan untuk Penanganan Bencana

Oleh Ishak September 7, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi. Menanggapi potensi peningkatan kebutuhan penanganan bencana, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan kesiapan pemerintah untuk menambah anggaran jika diperlukan. Keputusan ini diambil menyusul laporan terkini mengenai aktivitas gunung api yang terletak di Selat Sunda tersebut.

Aktivitas erupsi Anak Krakatau dilaporkan terjadi pada Kamis (7/9/2023) pagi. Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi. Tingkat aktivitas gunung api ini saat ini berada pada level waspada (Level II).

Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa pemerintah pusat, melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian terkait, akan terus memantau perkembangan situasi. “Kita akan lihat perkembangannya, kalau memang ada kebutuhan mendesak dan memerlukan tambahan anggaran, tentu akan kita tambah,” ujar Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Pernyataan kesiapan penambahan anggaran ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan adanya peningkatan kebutuhan logistik, evakuasi, maupun bantuan lainnya bagi masyarakat terdampak jika situasi memburuk. Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak signifikan yang mengharuskan evakuasi besar-besaran.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang sering menunjukkan aktivitas vulkanik sejak ia lahir dari induknya, Krakatau, pada tahun 1927. Aktivitasnya yang fluktuatif seringkali memicu kewaspadaan dari pihak berwenang dan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai.

PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Anak Krakatau melalui berbagai instrumen. Laporan rutin mengenai visual, seismik, dan parameter lainnya dikumpulkan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pihak terkait. Masyarakat di sekitar gunung api diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan tidak mendekati area yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana di wilayah terdampak, seperti Provinsi Banten dan Lampung, juga terus berkoordinasi dengan pusat. Kesiapsiagaan tim SAR, BPBD, dan unsur terkait lainnya terus ditingkatkan untuk merespons segala kemungkinan yang timbul akibat aktivitas vulkanik.

Erupsi Anak Krakatau kali ini, meskipun masih dalam status waspada, menjadi pengingat akan dinamika geologis Indonesia yang berada di cincin api Pasifik. Kesiapan anggaran dan sumber daya lainnya menjadi krusial dalam manajemen risiko bencana, memastikan penanganan yang cepat dan efektif jika situasi memerlukan.

Ke depan, pemantauan aktivitas Anak Krakatau akan terus menjadi prioritas. Evaluasi berkala terhadap kesiapan anggaran dan sumber daya penanganan bencana akan dilakukan untuk memastikan respons yang optimal dalam menghadapi potensi ancaman dari gunung api yang memiliki sejarah erupsi dahsyat ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp