Monday, 7 September 2026
BREAKING
Berita

Program Beras SPHP Dihentikan Mulai 20 Oktober, Pemerintah Siapkan Skema Pengganti

Oleh Ishak September 7, 2026 45 minutes lalu 0 komentar

Pemerintah mengumumkan penghentian program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dalam bentuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai 20 Oktober mendatang. Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam skema penyaluran bantuan pangan, dengan pemerintah tengah menyiapkan penggantinya yang diharapkan dapat lebih efektif dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Perubahan ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Dwi Sutama. Menurutnya, penghentian Beras SPHP bukan berarti penghentian total bantuan pangan. Justru, pemerintah sedang merancang skema baru yang akan menggantikan peran Beras SPHP.

Program Beras SPHP sendiri merupakan salah satu instrumen penting yang digulirkan pemerintah melalui Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen, terutama di pasar tradisional. Beras SPHP disalurkan melalui ritel-ritel yang ditunjuk dan dijual dengan harga terjangkau, yaitu Rp10.900 per kilogram.

Keputusan untuk menghentikan Beras SPHP ini diambil menyusul berbagai evaluasi dan analisis terhadap efektivitas program serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Salah satu pertimbangan utama adalah untuk menyederhanakan dan mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan agar lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Meskipun detail skema pengganti belum sepenuhnya diungkapkan, indikasi awal mengarah pada penyaluran bantuan pangan yang lebih terintegrasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa masyarakat penerima manfaat tetap mendapatkan akses terhadap pangan pokok dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang baik, tanpa terputus pasca-penghentian Beras SPHP.

Pemerintah melalui Bapanas dan Bulog terus berkoordinasi untuk memastikan transisi dari program Beras SPHP ke skema baru berjalan lancar. Fokus utama adalah menjaga agar tidak terjadi gejolak harga beras di pasaran dan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait skema bantuan pangan selanjutnya. Penghentian Beras SPHP ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program perlindungan sosial di sektor pangan.

Dampak dari penghentian ini perlu terus dipantau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada beras dengan harga terjangkau. Kesiapan skema pengganti menjadi krusial untuk mencegah potensi lonjakan harga atau kelangkaan beras di tingkat konsumen.

Bagikan: Facebook X WhatsApp