Monday, 7 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Bandara Ditutup Sementara: Ini Pilihan Transportasi Alternatif

Oleh Destian September 7, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Gangguan aktivitas penerbangan kembali terjadi akibat lontaran abu vulkanik dari Gunung Ruang di Sulawesi Utara. Bandara Sam Ratulangi Manado terpaksa ditutup sementara pada Rabu (17/4/2024) menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang membahayakan keselamatan penerbangan. Penutupan ini berdampak pada ratusan penumpang dan memicu pencarian rute transportasi alternatif.

Otoritas Bandara Sam Ratulangi Manado mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan penutupan bandara berlaku mulai pukul 08.00 WITA hingga 18.00 WITA. Keputusan ini diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Ruang menjadi Awas (Level IV) pada Rabu pagi. PVMBG mencatat adanya peningkatan aktivitas erupsi yang disertai lontaran abu vulkanik hingga ketinggian ribuan meter di atas puncak kawah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (17/4/2024) menjelaskan bahwa abu vulkanik yang terlontar dari Gunung Ruang dapat menembus mesin pesawat, menyebabkan kerusakan fatal dan mengganggu visibilitas pilot. Oleh karena itu, penutupan bandara merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan jiwa penumpang dan kru pesawat.

Bagi penumpang yang perjalanannya terganggu, pilihan transportasi darat dan laut menjadi alternatif utama. Untuk perjalanan antar pulau di Sulawesi Utara, kapal feri dan kapal penumpang menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan. Rute pelayaran dari Manado ke beberapa wilayah kepulauan seperti Siau, Tagulandang, dan Biaro biasanya dilayani oleh armada kapal ASDP atau perusahaan pelayaran swasta.

Selain itu, untuk perjalanan darat di daratan Sulawesi Utara, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tetap beroperasi melayani rute menuju berbagai kota di Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Pihak perusahaan otobus menginformasikan bahwa jadwal keberangkatan masih sesuai rencana, meskipun potensi keterlambatan akibat kondisi lalu lintas yang mungkin meningkat perlu diantisipasi oleh penumpang.

Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Ambarrukmo, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PVMBG dan maskapai penerbangan, untuk memantau perkembangan situasi. Keputusan perpanjangan penutupan bandara akan bergantung pada analisis tingkat aktivitas vulkanik dan penyebaran abu. Maskapai penerbangan dijadwalkan akan memberikan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan pengganti atau opsi refund bagi penumpang yang terdampak.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Gunung Ruang, untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas keselamatan. Aktivitas pendakian ke puncak gunung dan radius tertentu dari kawah dilarang keras selama status Awas berlaku.

Proses evaluasi status dan kondisi Gunung Ruang akan terus dilakukan secara berkala oleh PVMBG. Perkembangan selanjutnya terkait pembukaan kembali Bandara Sam Ratulangi Manado dan dampak lanjutan terhadap transportasi akan terus dipantau oleh publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp