Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menghadapi potensi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah-langkah ini dirancang untuk melindungi warga Jakarta dari risiko kesehatan dan gangguan aktivitas akibat material vulkanik yang mungkin terbawa angin hingga ke wilayah ibukota.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adijaya, dalam keterangan resminya pada Selasa (6/9/2026) menjelaskan bahwa antisipasi ini dilakukan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terpantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Meskipun jarak Anak Krakatau cukup jauh dari Jakarta, namun pola angin dapat membawa abu vulkanik hingga ke wilayah perkotaan.
Tujuh langkah yang disiapkan meliputi pemantauan intensif terhadap arah dan kecepatan angin, serta koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan prediksi cuaca yang akurat. Selain itu, BPBD juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan cara perlindungan diri, termasuk penggunaan masker dan kacamata pelindung.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan ketersediaan masker dan sarana cuci mata di titik-titik strategis, seperti kantor kelurahan dan puskesmas, sebagai antisipasi jika terjadi hujan abu. BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan kesiapan fasilitas medis dalam menangani kasus iritasi mata atau gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Selain itu, BPBD akan mengaktifkan tim reaksi cepat di tingkat kota administrasi dan kelurahan untuk memantau kondisi di lapangan secara langsung. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi dampaknya akan disebarluaskan kepada publik melalui berbagai kanal komunikasi resmi BPBD DKI Jakarta.
BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari sumber yang terpercaya. Persiapan perlengkapan pribadi seperti masker, kacamata, dan obat-obatan pribadi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi individu.
Pihak PVMBG sendiri terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Hingga saat ini, status aktivitas gunung berapi tersebut berada pada level Waspada (Level II), yang berarti masyarakat diminta untuk tidak mendekati kawah dalam radius dua kilometer dari puncak. BPBD Jakarta akan terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk mendapatkan pembaruan data terkini.
BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait perkembangan situasi Gunung Anak Krakatau dan langkah-langkah antisipasi yang diambil. Pemantauan terhadap potensi dampak abu vulkanik akan terus dilakukan hingga status aktivitas gunung kembali normal.
