Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Hampir 300 Pengunjung Kebun Binatang Keliling di AS Berpotensi Terpapar Rabies dari Kambing

Oleh Destian September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sekitar 300 pengunjung sebuah kebun binatang keliling di Amerika Serikat berisiko terpapar rabies setelah melakukan kontak dengan kambing yang diduga terinfeksi virus mematikan tersebut. Insiden ini memicu kekhawatiran kesehatan publik dan mendorong otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi serta memberikan imbauan.

Menurut laporan dari Departemen Kesehatan Negara Bagian New Hampshire, potensi paparan rabies terjadi antara tanggal 23 September hingga 1 Oktober di sebuah lokasi di kota Rochester. Kambing yang diduga terinfeksi rabies ini merupakan bagian dari pertunjukan di kebun binatang keliling yang mengunjungi berbagai wilayah.

Pihak berwenang kesehatan kini tengah berupaya mengidentifikasi semua individu yang melakukan kontak langsung dengan hewan yang sakit tersebut. Kontak langsung di sini mencakup situasi di mana air liur hewan, seperti gigitan atau cakaran, bersentuhan dengan luka terbuka atau selaput lendir pada manusia.

Sebagai langkah pencegahan, para pengunjung yang berinteraksi dengan kambing di kebun binatang keliling tersebut disarankan untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan mereka. Dokter akan melakukan penilaian risiko dan merekomendasikan tindakan medis yang diperlukan, termasuk kemungkinan pemberian vaksin pasca-paparan rabies (PEP).

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat mamalia dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Pencegahan melalui vaksinasi pasca-paparan sangat efektif jika diberikan segera setelah seseorang berpotensi terpapar virus.

Pihak kebun binatang keliling dilaporkan telah bekerja sama dengan otoritas kesehatan dalam investigasi ini. Informasi mengenai identitas pasti kebun binatang keliling tersebut dan kronologi lengkap insiden masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan New Hampshire dan lembaga terkait lainnya.

Otoritas kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan dan tindakan proaktif dari masyarakat yang mengunjungi fasilitas hewan, terutama yang bersifat keliling. Mereka juga mengimbau agar segera melaporkan jika terjadi gigitan atau cakaran hewan, sekecil apapun.

Saat ini, fokus utama adalah memastikan semua individu yang berpotensi terpapar mendapatkan penilaian medis yang tepat untuk mencegah penularan rabies lebih lanjut. Pihak berwenang berjanji akan terus memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan investigasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp