Sunday, 6 September 2026
BREAKING
Lifestyle

Dampak Asap Kebakaran Hutan, Wisatawan Singapura dan Malaysia Hadapi Ancaman Kesehatan

Oleh Destian September 6, 2026 44 minutes lalu 0 komentar

Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya dilaporkan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan di negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Dinas Pariwisata (Dispar) setempat pernah mengungkapkan adanya penurunan kunjungan serta keluhan dari wisatawan mancanegara akibat kualitas udara yang memburuk.

Kejadian serupa pernah terjadi pada September 2019, di mana kabut asap pekat dari kebakaran hutan di Indonesia meluas hingga ke Singapura dan Malaysia. Kualitas udara di kedua negara tersebut dilaporkan memburuk hingga mencapai level berbahaya, memaksa pemerintah mengeluarkan imbauan kesehatan dan bahkan menghentikan sementara aktivitas luar ruangan.

Menurut laporan dari berbagai media pada masa itu, seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia, Dispar di wilayah yang terdampak melaporkan adanya perubahan perilaku wisatawan. Sejumlah wisatawan dilaporkan membatalkan rencana perjalanan atau menunda kunjungan mereka ke destinasi yang terkena dampak asap. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pariwisata yang bergantung pada daya tarik alam dan kenyamanan pengunjung.

Pejabat pariwisata yang dikutip dalam pemberitaan tempo itu menyatakan bahwa kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. Kualitas udara yang buruk tidak hanya mengurangi minat wisatawan untuk berwisata, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan bagi mereka yang tetap berada di wilayah terdampak. Masker menjadi barang yang sangat dicari, dan banyak wisatawan memilih untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan (indoor) untuk menghindari paparan asap.

Data dari berbagai sumber pada periode tersebut menunjukkan peningkatan kasus penyakit pernapasan, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), di Singapura dan Malaysia akibat paparan asap. Hal ini semakin mempertegas urgensi penanganan karhutla yang tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga pada reputasi dan stabilitas ekonomi sektor pariwisata regional.

Pemerintah kedua negara tetangga tersebut secara aktif melakukan koordinasi dengan Indonesia untuk mencari solusi penanganan karhutla. Upaya pemadaman api di sumbernya menjadi prioritas utama, di samping penyediaan informasi terkini mengenai kualitas udara dan imbauan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan.

Meskipun artikel awal merujuk pada peristiwa spesifik di tahun 2019, dampak kabut asap akibat karhutla merupakan isu berulang yang selalu menjadi perhatian. Setiap kali bencana asap terjadi, sektor pariwisata di negara-negara tetangga selalu menjadi salah satu yang paling rentan terdampak, menunjukkan keterkaitan erat antara kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi.

Perkembangan selanjutnya yang perlu dipantau adalah upaya kolaboratif antara Indonesia dan negara-negara tetangga dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, serta bagaimana strategi mitigasi dapat meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pariwisata di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp