Jakarta – Gelombang panas yang melanda Ibu Kota beberapa waktu terakhir tak hanya dirasakan orang dewasa, namun juga berdampak signifikan pada anak-anak. Ruang-ruang bermain anak di Jakarta kini lebih sering sepi, terhalang oleh terik matahari yang menyengat dan suhu udara yang meningkat drastis.
Fenomena ini terlihat jelas di berbagai taman kota dan area bermain publik yang biasanya ramai dikunjungi anak-anak pada sore hari. Orang tua kini lebih memilih menunda atau bahkan membatalkan rencana mengajak buah hati mereka bermain di luar ruangan demi menghindari paparan panas berlebih yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengindikasikan adanya peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta. Kenaikan suhu ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk anomali iklim dan perubahan pola cuaca global.
Seorang warga, Siti Aminah, mengaku khawatir putrinya yang berusia lima tahun terpapar panas saat bermain di taman. “Biasanya sore begini ramai, tapi sekarang sepi. Saya takut anak saya dehidrasi atau kulitnya merah-merah kalau terlalu lama di bawah matahari,” ujar Siti saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).
Kondisi serupa juga dirasakan oleh pengelola beberapa fasilitas bermain anak. Rina, staf di sebuah taman bermain indoor, mencatat adanya lonjakan pengunjung sejak cuaca panas ekstrem melanda. “Memang ada peningkatan, orang tua lebih memilih tempat yang berpendingin. Tapi kami juga tetap mengingatkan agar anak-anak tetap terhidrasi dengan baik,” tuturnya.
Dampak cuaca panas ini tidak hanya pada kenyamanan, tetapi juga potensi risiko kesehatan bagi anak-anak. Dokter anak, Dr. Budi Santoso, mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi bagi anak-anak di tengah cuaca terik. “Anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi dan sengatan panas. Pastikan mereka minum air putih yang cukup dan hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan saat matahari sedang terik-teriknya,” jelas Dr. Budi.
Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan telah beberapa kali mengeluarkan imbauan terkait peningkatan suhu udara. Imbauan tersebut mencakup pentingnya menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam puncak panas, serta memastikan ketersediaan air bersih.
BMKG memprediksi tren peningkatan suhu udara ini masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat, khususnya orang tua dengan anak kecil, diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri dari dampak negatif cuaca panas ekstrem.
