Pelatih AFC Bournemouth, Andoni Iraola, mengakui bahwa timnya tidak memiliki energi yang cukup untuk bermain selama 90 menit penuh. Pengakuan ini muncul setelah Bournemouth mengalami kekalahan 2-3 dari AS Monaco dalam sebuah laga uji coba pramusim.
Iraola menyoroti kurangnya daya tahan fisik sebagai faktor krusial dalam kekalahan tersebut. Ia secara spesifik menyatakan bahwa pemainnya tidak mampu mempertahankan intensitas permainan sepanjang pertandingan. Hal ini menjadi catatan penting bagi tim jelang bergulirnya musim kompetisi yang baru.
Dalam pernyataannya, Iraola membandingkan kondisi timnya dengan lawan yang dihadapi. Ia mengindikasikan bahwa AS Monaco mampu menampilkan performa yang lebih konsisten dari awal hingga akhir laga. Sebaliknya, Bournemouth terlihat mengalami penurunan performa yang signifikan di paruh kedua pertandingan.
“Kami tidak memiliki energi untuk bermain 90 menit,” ujar Iraola, sebagaimana dikutip dari laporan yang ada. Pernyataan ini secara gamblang menunjukkan keprihatinan pelatih asal Spanyol tersebut terhadap kondisi kebugaran para pemainnya. Ia menambahkan, “Kami harus bekerja keras untuk meningkatkan daya tahan fisik kami agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.”
Kekalahan dari AS Monaco ini menjadi momentum bagi Iraola untuk mengevaluasi kembali program latihan dan strategi tim. Ia berjanji akan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan timnya siap menghadapi tantangan di Premier League musim depan. Fokus utama saat ini adalah membangun stamina dan ketahanan mental yang mumpuni.
