Friday, 14 August 2026
BREAKING
Berita

Transformasi Besar: 137 Hotel BUMN Dilebur, Danantara Targetkan Efisiensi Operasional

Oleh Ishak August 14, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Pemerintah melalui PT Danantara Jaya (Persero) tengah merencanakan penggabungan atau merger terhadap 137 unit hotel yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing sektor perhotelan BUMN di pasar domestik maupun internasional.

Rencana besar ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Danantara Jaya, Arief Safari, dalam sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa proses penggabungan ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi aset BUMN di sektor pariwisata dan perhotelan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan entitas yang lebih kuat dan terintegrasi.

Penggabungan 137 hotel ini mencakup berbagai portofolio, mulai dari hotel mewah hingga hotel bisnis yang tersebar di berbagai destinasi di Indonesia. Selama ini, hotel-hotel tersebut dikelola oleh berbagai anak perusahaan BUMN yang berbeda, sehingga seringkali menimbulkan duplikasi fungsi dan inefisiensi dalam pengelolaan.

Arief Safari menekankan bahwa efisiensi menjadi kata kunci dalam transformasi ini. Dengan menyatukan operasional, diharapkan dapat terjadi sinergi dalam hal pengadaan, pemasaran, sumber daya manusia, serta standardisasi layanan. Hal ini pada gilirannya akan menekan biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda reformasi BUMN yang terus digalakkan oleh Kementerian BUMN. Tujuannya adalah untuk menjadikan BUMN lebih sehat, efisien, dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional. Pembentukan entitas tunggal diharapkan dapat mempermudah pengambilan keputusan strategis dan implementasi kebijakan.

Sebelumnya, PT Danantara Jaya telah melakukan berbagai kajian dan analisis mendalam terkait potensi dan tantangan dari penggabungan ini. Pihak manajemen menyatakan optimisme bahwa proses ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kinerja keuangan dan operasional hotel-hotel BUMN di masa depan.

Selain efisiensi, strategi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik destinasi pariwisata yang dikelola oleh hotel-hotel BUMN. Dengan standar yang seragam dan manajemen yang terpusat, diharapkan hotel-hotel ini mampu bersaing lebih ketat dengan pemain swasta di industri perhotelan.

Proses penggabungan ini diperkirakan akan memakan waktu dan memerlukan koordinasi yang intensif antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian BUMN, jajaran direksi hotel-hotel terkait, serta para investor. Keberhasilan transformasi ini akan menjadi tolok ukur penting bagi efektivitas restrukturisasi aset BUMN di sektor-sektor strategis lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp