Monday, 24 August 2026
BREAKING
Kesehatan

Tiga Juta Warga Terkena Dampak Asap Karhutla, Kemenkes Kirim Tim Medis dan Ingatkan Gejala ISPA

Oleh Destian August 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lebih dari tiga juta warga di tujuh provinsi di Indonesia telah terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi situasi ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengerahkan 314 tenaga kesehatan ke daerah terdampak dan mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) jika mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, dr. Budi Sylviana, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat ada 3.048.096 jiwa yang terpapar kabut asap karhutla. Angka ini merupakan akumulasi dari laporan yang masuk dari tujuh provinsi yang paling parah terdampak.

Kemenkes tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Selain mengerahkan ratusan tenaga kesehatan, Kemenkes juga telah menyiapkan 1.152 Puskesmas dan 159 Rumah Sakit Umum (RSU) sebagai fasilitas rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah ancaman kabut asap yang kian pekat.

dr. Budi Sylviana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala ISPA yang bisa timbul akibat menghirup asap karhutla. Gejala-gejala tersebut antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, dan iritasi mata. Jika gejala-gejala tersebut muncul dan dirasakan memberat, masyarakat diimbau untuk segera mendatangi puskesmas atau faskes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Lebih lanjut, dr. Budi Sylviana menekankan pentingnya perlindungan diri, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan sangat disarankan untuk meminimalkan paparan asap. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika kualitas udara memburuk.

Upaya penanganan karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat terus menjadi prioritas Kemenkes. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana, terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp