Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
Kesehatan

Terobosan Transplantasi Ginjal Babi: Pasien Bertahan 271 Hari Tanpa Cuci Darah

Oleh Destian September 8, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

Sebuah pencapaian medis monumental terjadi di Amerika Serikat, di mana seorang pasien berhasil menjalani transplantasi ginjal dari hewan babi dan bertahan hidup selama 271 hari. Keberhasilan ini menandai era baru dalam upaya mengatasi kelangkaan organ donor dan potensi pengobatan bagi ribuan pasien gagal ginjal.

Pasien yang menerima ginjal babi tersebut adalah Richard Slayman, seorang pria berusia 62 tahun yang telah lama menderita penyakit ginjal stadium akhir. Kondisinya memburuk hingga ia harus menjalani cuci darah secara rutin, sebuah prosedur yang membebani dan membatasi kualitas hidupnya.

Operasi transplantasi ginjal babi ini dilakukan oleh tim ahli bedah dari Massachusetts General Hospital (MGH) di Boston. Ginjal yang ditransplantasikan berasal dari babi yang telah dimodifikasi secara genetik. Modifikasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko penolakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia.

Keberhasilan Slayman tidak hanya terletak pada kelangsungan hidupnya yang mencapai lebih dari delapan bulan pasca-operasi, tetapi juga pada fakta bahwa ia tidak lagi memerlukan prosedur cuci darah. Ini merupakan kemajuan signifikan, mengingat banyak pasien transplantasi organ masih bergantung pada terapi pengganti ginjal.

Dokter yang terlibat dalam operasi ini menyatakan optimisme mereka terhadap potensi teknologi xenotransplantasi (transplantasi organ antarspesies). Dr. Tatsuoori, salah satu ahli bedah, mengungkapkan, “Kami sangat gembira dengan hasil yang dicapai oleh Richard. Ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut dan harapan bagi pasien lain yang membutuhkan transplantasi organ.”

Kasus Richard Slayman menjadi bukti nyata bahwa xenotransplantasi, yang dulunya dianggap sebagai fiksi ilmiah, kini semakin mendekati kenyataan. Para ilmuwan terus berupaya meningkatkan teknik modifikasi genetik dan pemahaman tentang respons imun tubuh manusia terhadap organ hewan, demi mewujudkan solusi transplantasi organ yang lebih luas dan terjangkau di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp