Badan Geologi Nasional (BGN) melakukan seleksi ulang terhadap 27 ribu dapur rumah tangga yang teridentifikasi sebagai bagian dari ‘MBG’ (Mekanisme Berbahaya Geologi). Hasil awal menunjukkan bahwa sekitar 50% dari dapur-dapur tersebut belum memenuhi standar kelayakan dan berpotensi ditutup jika tidak segera diperbaiki. Langkah ini diambil menyusul temuan terkait potensi risiko keselamatan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh dapur-dapur tersebut.
Proses seleksi ulang ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk memastikan keamanan publik, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan geologi. Dapur yang masuk dalam kategori ‘MBG’ diidentifikasi berdasarkan berbagai kriteria, termasuk penggunaan bahan bakar yang tidak aman, ventilasi yang buruk, serta konstruksi yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Menurut data yang dirilis oleh BGN, dari total 27 ribu dapur yang diperiksa, sebanyak 13.500 dapur dinyatakan belum lolos dalam tahap awal seleksi. Angka ini mengindikasikan adanya persoalan signifikan terkait standar keselamatan di banyak rumah tangga. Pihak BGN belum merinci secara spesifik jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan, namun indikasi awal mengarah pada isu-isu terkait sistem pembuangan gas dan penggunaan material yang mudah terbakar.
Ancaman penutupan permanen akan diberlakukan bagi dapur-dapur yang tidak menunjukkan perbaikan setelah diberikan peringatan dan kesempatan untuk melakukan evaluasi ulang. BGN menekankan bahwa keselamatan penghuni rumah adalah prioritas utama. Oleh karena itu, pemilik dapur yang belum memenuhi standar diminta untuk segera mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.
Dampak dari penutupan dapur ini bisa sangat luas, tidak hanya bagi pemilik rumah tetapi juga bagi aktivitas ekonomi rumah tangga yang bergantung pada operasional dapur tersebut. BGN berjanji akan memberikan panduan teknis dan kemungkinan bantuan dalam proses perbaikan bagi rumah tangga yang membutuhkan, namun kewajiban untuk memenuhi standar keselamatan tetap berada di tangan pemilik.
Konteks dari seleksi ulang ini juga berkaitan dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko bencana dan kecelakaan berbasis rumah tangga. Fenomena penggunaan peralatan masak yang tidak sesuai standar atau instalasi yang membahayakan kerap terjadi di berbagai daerah, terutama di perkotaan padat. BGN berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dapur yang aman dan sehat.
Sebagai langkah selanjutnya, BGN akan terus memantau progres perbaikan dari dapur-dapur yang dinyatakan belum lolos. Jadwal untuk inspeksi lanjutan dan evaluasi perbaikan akan segera diumumkan. Diharapkan, sebagian besar dapur yang teridentifikasi dapat segera memenuhi standar sehingga penutupan permanen dapat dihindari.
Upaya ini juga diharapkan dapat menjadi preseden bagi lembaga terkait lainnya untuk melakukan audit serupa terhadap fasilitas rumah tangga yang berpotensi menimbulkan risiko. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman dan nyaman.
