Saturday, 5 September 2026
BREAKING
Ekonomi

Ratusan Santri Keracunan Makanan, Menteri Zulhas Desak BPOM Pecat Oknum Pegawai SPPG

Oleh Ishak September 5, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Lebih dari 500 santri di Pondok Pesantren Al-Baqarah, Lampung Selatan, dilaporkan mengalami keracunan massal diduga akibat mengonsumsi makanan yang disajikan. Kejadian ini memicu perhatian serius dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, yang mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera memecat oknum pegawai yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Peristiwa keracunan ini pertama kali dilaporkan terjadi pada hari Selasa, 18 Juni 2024. Para santri mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh pihak pondok pesantren. Jumlah santri yang terdampak terus bertambah, mencapai ratusan orang.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan berasal dari daerah pemilihan Lampung, menyatakan keprihatinannya yang mendalam. Ia secara tegas meminta agar oknum pegawai dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) yang diduga lalai atau terlibat dalam penyediaan makanan yang tidak layak konsumsi dapat segera ditindak tegas.

Zulkifli Hasan menekankan bahwa tindakan tegas ini perlu diambil untuk memberikan efek jera dan memastikan standar keamanan pangan bagi masyarakat, terutama bagi para santri yang merupakan generasi penerus bangsa. Ia juga meminta agar investigasi mendalam dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pihak kepolisian setempat telah bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium guna memastikan kandungannya. Petugas kesehatan juga telah dikerahkan ke lokasi pondok pesantren untuk memberikan penanganan medis intensif kepada para santri yang sakit.

Berdasarkan informasi awal, dugaan kuat mengarah pada kualitas bahan baku makanan atau proses pengolahan yang tidak memenuhi standar kebersihan. Keberadaan oknum pegawai SPPG (Satuan Pengawas Pangan dan Gizi) yang diduga terkait dengan pengadaan atau pengawasan makanan tersebut menjadi sorotan utama dalam tuntutan Zulkifli Hasan.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang pengawasan mutu dan keamanan pangan di lingkungan institusi pendidikan, khususnya pondok pesantren. Perlunya sinergi yang lebih kuat antara pihak pengelola pesantren, BPOM, dan instansi terkait lainnya menjadi catatan penting untuk memastikan keselamatan para santri.

Pemerintah daerah setempat juga dilaporkan telah memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini, berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban keracunan berjalan maksimal dan investigasi berjalan transparan.

Ke depan, diharapkan proses investigasi dapat segera menemukan titik terang penyebab keracunan dan tindakan perbaikan yang konkret dapat segera diimplementasikan. Pengawasan yang lebih ketat terhadap penyediaan makanan di pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya perlu menjadi prioritas utama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp