Thursday, 10 September 2026
BREAKING
Ekonomi

Rantai Dingin dan Teknologi Hemat Energi Jadi Kunci Tekan Kerugian Ikan di Pelabuhan

Oleh Ishak September 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Peningkatan efektivitas rantai dingin (cold chain) serta adopsi teknologi hemat energi menjadi sorotan utama untuk menekan angka pembuangan ikan yang signifikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau yang dikenal sebagai Kawasan Niaga Mutiara Perikanan (KNMP). Hal ini mengemuka dalam diskusi yang menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai dan inovasi untuk menjaga kualitas produk perikanan sejak dari kapal hingga sampai ke tangan konsumen.

Data menunjukkan bahwa kerugian pascapanen ikan masih menjadi persoalan serius di industri perikanan Indonesia. Sebagian besar kerugian ini disebabkan oleh rusaknya kualitas ikan akibat penanganan yang tidak tepat selama proses distribusi, terutama pada suhu yang tidak terkontrol. Rantai dingin yang terputuk atau tidak memadai menjadi akar masalahnya.

Menurut berbagai sumber, efisiensi rantai dingin mencakup seluruh tahapan, mulai dari penangkapan, penanganan di atas kapal, pembongkaran, penyimpanan di TPI, hingga distribusi ke pasar atau industri pengolahan. Kegagalan di salah satu mata rantai ini dapat berakibat fatal pada kesegaran dan nilai jual ikan.

Oleh karena itu, dorongan untuk mengimplementasikan teknologi hemat energi dalam operasional rantai dingin menjadi semakin relevan. Teknologi seperti sistem pendinginan yang efisien, penggunaan energi terbarukan, serta manajemen energi yang optimal dapat membantu menjaga suhu produk perikanan tetap stabil dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah ikan tetapi juga pada peningkatan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar domestik maupun internasional. Kualitas yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Para pelaku industri perikanan, termasuk pengelola TPI dan nelayan, diharapkan dapat berinvestasi atau mengadopsi teknologi yang lebih modern. Pemerintah melalui berbagai kementerian terkait juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dalam bentuk regulasi, insentif, maupun fasilitasi akses terhadap teknologi.

Selain aspek teknologi, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pelatihan mengenai praktik penanganan ikan yang baik dan benar, serta pemahaman tentang pentingnya rantai dingin, perlu terus ditingkatkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok perikanan.

Langkah konkret dalam memperkuat infrastruktur rantai dingin, termasuk pembangunan atau perbaikan fasilitas penyimpanan dingin dan sistem transportasi berpendingin, serta promosi adopsi teknologi hemat energi, diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah pembuangan ikan dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan serta pelaku usaha perikanan lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp