Thursday, 10 September 2026
BREAKING
Berita

Pakar Ungkap Kaitan Literasi Keuangan Sejak Dini dengan Pencegahan Bunuh Diri

Oleh Ishak September 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

JAKARTA – Tingkat literasi keuangan yang ditanamkan sejak usia dini disebut memiliki potensi signifikan dalam mencegah tindakan bunuh diri. Pakar menilai bahwa pemahaman mendalam mengenai pengelolaan uang sejak kecil dapat membangun ketahanan mental dan kemampuan mengatasi stres yang berkaitan dengan masalah finansial di kemudian hari.

Pandangan ini mencuat di tengah keprihatinan terhadap meningkatnya kasus bunuh diri yang seringkali dipicu oleh tekanan ekonomi. Menurut data yang dihimpun, permasalahan utang, kehilangan pekerjaan, dan ketidakstabilan finansial merupakan faktor pemicu stres berat yang dapat berujung pada keputusan tragis.

Kepala Departemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Dr. M. Ikhsan, dalam sebuah diskusi menyatakan bahwa literasi keuangan bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun pola pikir yang sehat terhadap uang. “Ketika anak-anak diajari sejak dini tentang nilai uang, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta konsekuensi dari keputusan finansial, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Ikhsan.

Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan bahwa literasi keuangan yang baik membekali individu dengan kemampuan perencanaan, pengelolaan risiko, dan adaptasi. Kemampuan ini sangat krusial dalam menghadapi gejolak ekonomi pribadi, seperti kehilangan pekerjaan atau kewajiban finansial yang mendadak. Seseorang yang memiliki literasi keuangan yang kuat cenderung lebih mampu mencari solusi kreatif dan tidak mudah putus asa ketika dihadapkan pada kesulitan.

Konteks pencegahan bunuh diri, menurut pakar psikologi, seringkali berkaitan dengan rasa terkungkung dan tidak adanya jalan keluar dari permasalahan. Masalah finansial yang menumpuk tanpa solusi yang terlihat dapat menciptakan perasaan putus asa yang ekstrem. Literasi keuangan yang memadai dapat membuka perspektif bahwa setiap masalah finansial memiliki solusi, meskipun membutuhkan waktu dan usaha.

Meskipun belum ada penelitian kuantitatif langsung yang menghubungkan literasi keuangan usia dini dengan penurunan angka bunuh diri secara spesifik di Indonesia, secara teoritis, dampaknya sangat mungkin terjadi. Negara-negara maju yang memiliki program literasi keuangan yang kuat sejak sekolah dasar hingga menengah seringkali menunjukkan tingkat kesehatan finansial masyarakat yang lebih baik.

Oleh karena itu, para pakar mendesak adanya integrasi materi literasi keuangan yang lebih komprehensif dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, mulai dari jenjang dasar. Edukasi ini perlu disampaikan dengan cara yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, bukan sekadar teori kering.

Upaya pencegahan bunuh diri memang membutuhkan pendekatan multidimensional, termasuk dukungan psikologis dan sosial. Namun, memperkuat fondasi literasi keuangan sejak dini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh secara finansial dan mental, sehingga mengurangi kerentanan terhadap krisis yang berpotensi fatal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp