Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
Berita

Perlambatan Ekonomi Maluku-Papua ke 1,36%: BPS Ungkap Sektor Ini Jadi Biang Keroknya

Oleh Ishak August 5, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi wilayah Maluku dan Papua mengalami perlambatan signifikan, hanya mencapai 1,36% pada periode tertentu. Perlambatan ini terutama disebabkan oleh kontribusi negatif dari sektor pertambangan dan penggalian, yang menjadi aktor utama di balik lesunya perekonomian di kedua provinsi tersebut.

Menurut data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi Maluku-Papua pada kuartal I-2024 tercatat melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka 1,36% ini menandai tantangan yang dihadapi dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayah timur Indonesia.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyanti, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, mengidentifikasi sektor pertambangan dan penggalian sebagai penyebab utama perlambatan ini. “Sektor ini memberikan kontraksi atau pertumbuhan negatif yang cukup dalam, sehingga menyeret pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” jelas Amalia.

Perlambatan di sektor pertambangan dan penggalian ini diduga dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penurunan produksi komoditas unggulan serta tantangan dalam rantai pasok dan operasional. Meskipun detail spesifik mengenai komoditas yang terdampak tidak selalu dirinci secara gamblang, sektor ini memiliki peran krusial dalam perekonomian Maluku dan Papua.

Di sisi lain, BPS juga menggarisbawahi sektor-sektor lain yang menunjukkan kinerja positif, meskipun tidak cukup kuat untuk menutupi pelemahan di sektor pertambangan. Sektor-sektor seperti konstruksi dan transportasi serta pergudangan dilaporkan memberikan kontribusi positif, namun dampaknya belum mampu mendongkrak angka pertumbuhan secara keseluruhan.

Dampak dari perlambatan ekonomi ini dapat dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari potensi penurunan pendapatan daerah, terhambatnya penciptaan lapangan kerja, hingga potensi penurunan daya beli masyarakat. Stabilitas ekonomi menjadi kunci bagi pembangunan berkelanjutan di Maluku dan Papua.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk merumuskan strategi pemulihan dan diversifikasi ekonomi. Penguatan sektor-sektor alternatif yang memiliki potensi besar di Maluku dan Papua, seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata, perlu terus didorong.

Selain itu, evaluasi mendalam terhadap kendala yang dihadapi sektor pertambangan dan penggalian, baik dari sisi regulasi maupun operasional, juga menjadi langkah krusial. Upaya untuk menstabilkan dan meningkatkan kontribusi sektor ini, atau setidaknya meminimalkan dampaknya, akan sangat menentukan arah perekonomian Maluku-Papua ke depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp